
FRESH.SUAKAONLINE.COM-Saat ini kita tengah berada di masa-masa sulit. Pandemi ini membuat sebagian orang kehilangan pekerjaan sehingga pemasukan untuk bertahan hidup sehari-hari pun sulit didapat . Situasi ini mendorong orang-orang yang mempunyai rezeki berlebih untuk menyumbangkan sebagian rezekinya dan membantu mereka yang membutuhkan.
Inilah alasan kenapa kita sering melihat ajakan donasi di media sosial, entah itu inisiatif pribadi, organisasi, institusi, maupun perusahaan. Media sosial dipilih untuk menyerukan ajakan donasi karena jangkauannya yang lebih luas. Dengan jumlah pengguna mencapai puluhan juta, tentu memudahkan untuk menyebar informasi siapa yang sedang membutuhkan uluran tangan. Namun, kemudahan itu ternyata menjadi celah bagi oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.
Sebagian pengguna Twitter pasti sudah tak asing dengan fenomena twitter please do your magic. kalimat ini sering digunakan sebagai pembuka untuk meminta bantuan. Seperti dilansir dari mojok.co, twitter please do your magic ini seolah menjadi mantra ajaib di internet. Ibarat tongkat sihir yang digunakan untuk sihir hitam, itulah penipuan berkedok cerita yang menjual kesedihan.
Misalnya, oknum yang membuat narasi menyentuh disertai foto memilukan yang mengundang iba warganet. Di akhir postingan ia mencantumkan nomor rekening yang bisa digunakan untuk menyalurkan bantuan.
Lalu dengan nama akun yang berbeda, ia membuat cerita lain yang memilukan. Kembali memohon donasi kepada warganet dengan menjual cerita dan menyelipkan nomor rekening yang sama atau mengambil cerita dan foto dari platform media sosial lainnya. Oknum seperti inilah yang memanfaatkan kedermawanan warganet untuk keuntungan pribadi.
Seperti kasus penipuan oleh akun Twitter @ndoeeet pada 8 Juli 2019 lalu, akun ini mengunggah kisah seorang kakek penjahit keliling yang kehilangan mesin jahit beserta jahitan pelanggan, disertai dengan foto seorang kakek yang di maksud.
Ia mengatakan akan membelikan mesin jahit, benang, serta kain untuk mengganti barang-barang si kakek yang hilang dicuri, dengan total uang yang dibutuhkan sebesar 4 juta, sementara uang yang dimilikinya hanya berjumlah 1,1 juta. Untuk sisanya dia mencantumkan nomor rekening yang bisa digunakan warganet untuk menyalurkan bantuan.
Setelah thread (rangkaian cerita) ini viral dengan jumlah retweet lebih dari 6 ribu dan disukai 12,4k pengguna dengan total donasi diperkirakan lebih dari 4 juta, seorang warganet membongkar bahwa cerita kakek yang kehilangan mesin jahit tersebut berasal dari Instastory @fitrisalontasik dan kejadianya pun sudah lama terjadi.
Selain cerita di atas ada juga sebuah thread yang menceritakan seorang penjual kue kering yang dagangannya di cancel oleh pembeli. Akhirnya penjualpun menawarkan dagangannya dengan mantra ajaibnya “Twitter please do your magic”. Namun sayang, penjual hanyalah seorang penipu. Kue tak kunjung sampai dan akun penjual tiba-tiba menghilang. Nomor teleponnyapun tidak bisa dihubungi.
Dua kasus diatas merupakan contoh bagaimana oknum penipu menjual cerita sedih yang mengundang iba dengan memanfaatkan kebaikan orang lain sebagai celah untuk melakukan penipuan demi keuntungan pribadi.
Sebetulnya banyak cara agar kita terhindar dari penipuan berkedok donasi ini. Nah dilansir dari CNN Indonesia, ada beberapa tips yang bisa diterapkan agar terhindar dari penipu yang kerap menjual cerita sedih untuk mendulang pundi-pundi rupiah. Yang pertama adalah mengecek kapan akun tersebut dibuat. Cek kembali profil penggalang dana. Jika hanya menemukan sedikit atau bahkan tidak ada unggahan maka kita perlu berhati-hati.
Kedua cek kelengkapan dokumentasi pendukung kita harus pastikan akun tersebut menunggah sejumlah data pendukung seperti foto, video, atau dokumen lain yang menunjang keaslian cerita. Misalnya, keterangan medis dari dokter dan rumah sakit jika penggalang dana menuliskan butuh biaya pengobatan sakit tertentu.
Ketiga cari situs terkait. Jika penggalang dana mengatasnamakan yayasan atau lembaga tertentu, pastikan mereka memiliki situs dan akun media sosial resmi. Cek alamat dan nomor telepon yang tertera lalu hubungi untuk memverifikasi penggalangan dana.
Terakhir, minta pembaruan terkit donasi yang sdang di galang. Kita bisa meminta bukti berupa foto, video, hingga bukti pembayaran dan penyaluran donasi. Perhatikan juga apakah setiap dana yang dikeluarkan benar-benar transparan dan jumlahnya sama dengan yang masuk.
Indonesia sendiri tentu tidak kekurangan orang baik. Banyak orang baik yang mendermakan hartanya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Hal ini bisa dilihat dari fantatisnya jumlah donasi yang bisa dikumpulkan hanya dalam waktu singkat.
Sebagai contoh penggalangan dana konser dari rumah kemarin yang digagas oleh Didi kempot dan Najwa Shihab masing-masing mencapai 7,6 dan 10 milyar lebih hanya dalam hitungan hari.Berbagai donasi yang di gagas dan disalurkan dengan tepat tentu menjadi penolong bagi mereka yang benar-benar membutuhkan, selain itu untuk yang berderma sendiri memberi donasi bisa membuat hidupnya menjadi lebih berarti karena menimbulkan dampak yang nyata.
Kemudahan dengan jangkauan yang luas menjadi salah satu alasan kenapa orang memilih berdonasi secara online. Indonesia sendiri terdapat banyak situs fundrising atau situs penggalang dana terpercaya yang bisa digunakan untuk menyalurkan bantuan secara online. Nah untuk Fresh Reader yang ingin berbagi tapi takut tertipu, bisa di lihat nih beberapa fundristing yang tentunya terpercaya.
Yang pertama adalah kitabisa.com. Melalui kitabisa.com kita dapat menggalang dana dan donaisi online untuk memberikan bantuan bagi orang yang membutuhkan, mulai dari biaya pengobatan, mendirikan rumah ibadah, sekolah, atau infrastuktur umum, beasiswa, hingga santunan untuk korban bencana alam.
Kedua rumahzakat.org. rumahzakat.org ini merupakan lembaga filantropi yang mengelola zakat, infaq, sedekah, serta dana sosial lainya melalui pemberdayaan masyarakat. Terakhir, adalah organisasi kemanusiaan global professional berbasis kedermawanan dan kerelawanan masyarakat global yang memfokuskan kerja-kerja kemanusiaan pada penanggulangan bencana mulai fase darurat sampai fase pemulihan pasca bencana yakni Aksi Cepat Tanggap.
Penipuan berkedok seperti ini tentu menjadikan citra buruk bagi orang yang benar-benar memerlukan bantuan, sudah seharusnya kita tidak memberi ruang untuk oknum-oknum jahat yang memanfaatkan cerita sedih dan niat mulia para donatur untuk membantu sesama.
sebagai manusia yang memiliki empati tentu kita tidak bisa berdiam diri ketika saudara kita memerlukan uluran tangan, be aware yaa ketika akan berdonasi, jangan sampai niat baik kita digunakan untuk memperkaya mereka yang jahat.
Fresh Crew : Iis Muslimah/magang
Editor Fresh : Bestari Saniya

