
FRESH.SUAKAONLINE.COM – Fresh Reader, pernahkah kamu merasa cemas saat membayangkan masa depan, tetapi di saat yang sama justru rindu untuk kembali ke masa lalu? Perasaan tersebut menjadi salah satu hal yang tergambar dalam karya The 1975, band asal Inggris yang dikenal dengan musik pop alternatif dan lirik yang kerap mengangkat persoalan kehidupan serta hubungan manusia.
The 1975 melalui album Being Funny in a Foreign Language, khususnya lagu About You, menggambarkan bagaimana masa lalu dapat menjadi tempat seseorang mencari rasa nyaman ketika menghadapi ketidakpastian. Pengulangan lirik “Do You Think I Have Forgotten?” seolah mengajak pendengar kembali mengingat sesuatu yang pernah terjadi. Lirik yang dibawakan Matty Healy tersebut terasa seperti mesin waktu yang membawa pendengar pada kenangan dan perasaan yang pernah mereka alami.
Nuansa nostalgia terasa kuat dalam lagu About You. Lagu ini menghadirkan suasana tenang dan melankolis melalui instrumen yang lembut serta bergema. Tempo yang cenderung lambat membuat lagu terasa seperti ruang untuk sejenak berhenti dari kecemasan dan kembali pada kenangan yang pernah memberikan rasa nyaman. Perasaan takut menghadapi masa depan pun berpadu dengan kehangatan dan romantisme masa lalu yang dibangun melalui musiknya.
Setelah membawa pendengar larut dalam nostalgia, album ini mulai mengajak mereka kembali menghadapi kenyataan melalui lagu Oh Caroline. Lirik “I’ll Try Anything That You Wanna Do” memberikan kesan tentang seseorang yang masih berusaha mempertahankan sesuatu yang berarti baginya. Suasana musik dalam lagu ini seolah menjadi pengingat bahwa kita tidak bisa selamanya bersembunyi di dalam nostalgia. Pada akhirnya, kita tetap perlu kembali bergerak dan menghadapi realitas masa depan.
Perjalanan tersebut kemudian berlanjut menuju masa kini melalui lagu When We Are Together, dengan lirik “The Only Time I Feel I Might Get Better Is When We Are Together”. Pada bagian ini, pembahasan tidak lagi terasa berpusat pada nostalgia atau ketakutan terhadap masa depan, tetapi pada momen yang sedang dijalani. Lagu ini menghadirkan kesan bahwa di tengah berbagai tantangan, kehidupan saat ini tetap menjadi bagian yang perlu dijalani dan dihargai.
Keberagaman genre yang ditawarkan, mulai dari indie pop hingga pop rock, membuat perjalanan emosional dalam album terasa lebih beragam. Setiap lagu memiliki nuansa yang berbeda, meskipun alur yang cenderung linier membuat perjalanan dari masa lalu menuju masa kini terasa cukup mudah ditebak. Beberapa bagian lirik juga terasa lebih padat sehingga suasana emosional yang sebelumnya sudah terbangun sedikit berkurang.
Melalui perjalanan tersebut, Being Funny in a Foreign Language menghadirkan perjalanan emosional tentang nostalgia, kecemasan, dan usaha untuk kembali menjalani masa kini. Dari suasana melankolis dalam About You hingga kehangatan When We Are Together, The 1975 membawa pendengar melewati berbagai perasaan yang berkaitan dengan waktu dan perubahan. Album ini seolah mengingatkan bahwa masa lalu boleh menjadi tempat untuk mengenang, tetapi bukan alasan untuk terus menghindari masa depan.
Masa lalu tidak selalu harus ditinggalkan. Kenangan yang pernah kita miliki dapat menjadi bagian dari perjalanan untuk memahami diri dan melangkah ke depan. Jadi, Fresh Reader, masih ingin bersembunyi di balik nostalgia, atau mulai melangkah dengan membawa pelajaran dari masa lalu?
Fresh Crew: Zikron Aufar/Suaka
Editor Fresh: Nabila Rahma Hidayat/Suaka

