
FRESH.SUAKAONLINE.COM, Freshgrafis – Fresh Reader, beberapa bulan ke belakang, kita terus melihat berita-berita yang membuat tidak nyaman akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran ini belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Bahkan, perjanjian gencatan senjata antara kedua negara akan berakhir di bulan ini. Hingga tulisan ini selesai, kita masih bisa merasakan dampak dari konflik tersebut.
Salah satu dampak yang terasa adalah kenaikan harga minyak dunia yang berbuntut pada kenaikan harga plastik. Melansir dari LBS.id, harga plastik di wilayah Indonesia naik sebesar 40 sampai 100 persen per April 2026. Di Kota Bandung sendiri pada bulan yang sama, harga plastik melonjak dari Rp15.000 per paket menjadi Rp40.000 per paket.
Tentunya, kenaikan harga di manapun itu merupakan berita buruk bagi mahasiswa. Kenaikan tersebut secara langsung dapat menambah pengeluaran mahasiswa setiap bulannya. Namun, Fresh Reader tahu gak sih? Ada loh hal positif yang bisa kita ambil dari peristiwa ini bagi kita selaku civitas akademika. Penelitian Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia mendapati kurangnya kesadaran mahasiswa terhadap lingkungan. Untuk itu, momen ini bisa kita manfaatkan untuk kembali peduli lingkungan. Misalnya dengan mengurangi limbah plastik dan turut mendorong komitmen green campus.
Green campus atau kampus hijau ialah pembangunan kampus mengedepankan keberlanjutan melalui efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan pengembangan infrastruktur hijau. Untuk mewujudkan status kampus hijau tersebut diperlukan andil dari masyarakat kampus termasuk mahasiswa. Lalu, peran apa sih yang bisa kita ambil untuk mendorong terwujudnya kampus hijau atau berkelanjutan (sustainable university) ini?
Melansir dari UI Green Metric, terdapat beberapa kriteria yang diukur untuk menilai sejauh mana kampus menerapkan pembangunan berkelanjutan. Salah satu indikatornya adalah penekanan dan pengurangan limbah plastik serta penerapan daur ulang. Lebih lanjut, peran ini dapat dilakukan seluruh civitas akademika dan termasuk ke indikator limbah yang menyumbang 17 persen penilaian kampus hijau.
Selain itu, kita dapat menginisiasikan gerakan lingkungan secara langsung. Contohnya gerakan menanam pohon, membersihkan sungai, daur ulang sampah, atau membentuk komunitas peduli lingkungan di sekitar kampus. Kemudian, Fresh reader juga dapat berperan dalam mendorong kebijakan kampus yang ramah lingkungan melalui diskusi dan forum mahasiswa dengan pihak birokrasi kampus.
Adapun manfaat yang kita dapatkan selain mengurangi ketergantungan plastik ialah meningkatkan kesadaran masyarakat kampus untuk melestarikan lingkungan. Penelitian di Journal of Education Management Research mengungkap adanya peningkatan kesadaran mahasiswa pada fasilitas pengelolaan limbah dan kendaraan ramah lingkungan.
Nah, itu dia beberapa hal positif yang bisa Fresh Reader ambil dari persoalan kenaikan harga plastik ini. Kita dapat turut mendukung terwujudnya komitmen green campus di lingkungan UIN SGD Bandung dengan menerapkan beberapa hal di atas. Mari peduli pada lingkungan kampus dan sekitarnya!
Sumber: LBS.id, Green Campus UIN Bandung, UI Green Metric, Serambi.org
Peneliti: Qarin Qurnaeni/Magang dan Rengganis Elung Naafi Astuti/Suaka
Redaktur: Rafif Asya/Suaka

