Selain Media Hiburan, Musik Baik bagi Otak Manusia

- Advertisement -

FRESH.SUAKAONLINE.COM, Freshgrafis – Musik merupakan salah satu elemen yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan. Bagi sebagian orang, mendengarkan musik mungkin sudah menjadi rutinitas harian. Beragam alasan yang menjadikan banyak orang tak bisa lepas dari musik, entah karena alasan musik bisa membangkitkan semangat atau membuat tubuh lebih rileks dan tenang dalam beraktivitas. Apakah Fresh Reader termasuk salah satunya?

Menurut Sunita Kaur, Managing Director salah satu platform streaming music online untuk Asia, mengungkapkan dibandingkan negara lain di dunia, pendengar di Indonesia termasuk yang paling aktif mendengarkan musik. Orang Indonesia mendengarkan musik setidaknya tiga jam dalam sehari. Bukan hanya itu, untuk kawasan Asia pendengar di Indonesia termasuk yang paling rajin membuat daftar putar (playlist).

Eitss tunggu dulu! Dibalik perannya sebagai media hiburan, musik ternyata juga punya pengaruh yang cukup kuat pada otak pendengarnya lho. Setiap kali mendengar musik baru, akan membantu otak lebih berpikir kreatif. Jika rutin mendengarkan musik baru maka dapat mendorong otak untuk memahami hal baru.

Bukan hanya itu Fresh Reader, musik juga dapat menarik kembali potongan-potongan memori yang terlupakan, mungkin ini sebabnya banyak orang mendengarkan musik untuk bernostalgia. Dalam dunia kesehatan, musik kerap kali dipakai untuk terapi bagi penderita Alzheimer. Musik yang diperdengarkan kepada penderita alzheimer dapat menghidupkan sel otak yang masih sehat untuk bisa bertahan lebih lama. Hasilnya, ingatan yang masih ada dapat terjaga, dan aktivitas orang yang menderita pun menjadi sedikit lebih baik.

Tapi sering dialami oleh orang banyak adalah emosi yang dirasakan ketika mendengar sebuah lagu. Meskipun emosi dirasakan oleh hati, melalui otak lah stimulus emosi akan dikomunikasikan. Sebuah penelitian menyatakan bahwa musik dapat menstimulasi emosi melalui sirkuit otak yang spesifik. Jadi Fresh Reader, enggak perlu heran jika melihat orang menari, jingkrak-jingkrak, atau galau saat mendengarkan musik.

Musik juga dapat membentuk struktur otak dan membentuk diri kita lho. Sebuah penelitian menyebut tanpa disadari kita membiarkan musik menelusuri seluruh ruang emosi. Membiarkannya masuk menyentuh ruang-ruang yang sulit disentuh oleh hal lain. Menikmati musik sebagai hal yang menyenangkan saja sudah bentuk paling sederhana dari kita dan membiarkan musik membentuk diri kita.

Musik memberikan ruang nyaman bagi orang lain untuk menjalin hubungan antara dirinya dan emosi yang dirasakan. Itu mengapa seseorang ketika merasa sedih, mereka bisa saja mendengarkan musik sedih untuk melampiaskan kesedihannya. Namun, bisa juga memilih untuk mendengarkan musik gembira dengan harapan bisa membuatnya melupakan kesedihan. Semua tergantung dari bagaimana mereka ingin bersikap atas perasaan sedih yang dirasakan.

Itu dia Fresh Reader, meskipun musik itu tak berwujud karena hanya mampu ditangkap oleh indera-indera, dinikmati hati dan diproses rangkaian neuron di otak. Namun, kekuatannya mampu menguasai hidup kita. Dari menyembuhkan luka, hingga membuat kita merasa lebih hidup.

Fresh Crew : Anita Dewi/Magang

Editor Fresh : Bestari Saniya

Latest articles

Related articles