Perbedaan Metode Tanam Hidroponik dan Aquaponik

- Advertisement -

FRESH.SUAKAONLINE.COM, Freshgrafis – Pasti beberapa dari Fresh Reader memiliki hobi dalam menanam dan merawat tanaman, tentunya hal itu sangat bermanfaat. Selain sebagai kegiatan untuk mengisi waktu luang, tentunya tanaman dapat menjadi media pembersih udara di sekitar rumah. Nah, dalam tanam-menanam, ada dua metode yang saat ini sedang ngetren, yaitu Hidroponik dan Aquaponik.

Tapi apakah Fresh reader sudah tau perbedaan dari keduanya? Beberapa mungkin menganggap keduanya sama. Memang mekanisme dari keduanya hampir sama, perbedaan terletak pada proses pemberian nutrisi. Tapi jangan khawatir, Fresh Crew bakal kasih informasinya detailnya biar nggak salah kaprah lagi.

Pada hakikatnya, baik hidroponik maupun aquaponik memakai konsep yang sama yaitu menanam tanpa media tanah, media-media seperti rockwol, sekam, kapas maupun sabut kelapa hanya berperan sebagai tempat tumbuh bukan sebagai sebenar-benarnya media. Disini air lah yang paling berperan penting sebagai media penyuplai nutrisi kepada tanaman.

Perbedaannya, hidruponik memakai nutrisi khusus yang bernama nutrisi hidroponik, dan ditempatkan secara terpisah disebuah wadah lalu dialirakan langsung menuju ke akar tanaman melalui pipa penghubung secara bertahap. Sedangkan aquaponik, menggabungkannya dengan sistem pengembangbiakan ikan, dengan memanfaatkan kotoran ikan tersebut sebagai nutrisi bagi si tanaman. Prosesnya dengan merendam langsung akar tanaman ke airnya tanpa harus mengalirkannya lagi.

Tapi perlu dicermati, kotoran ikan sebenarnya mengandung amonia dan nitrit yang berbahaya dan tidak diperlukan dalam pertumbuhan tanaman. Maka diperlukan bakteri untuk mengurai amonia dan nitrit melalui proses nitrifikasi, menjadi nitrat dan elemen lainnya sebagai nutrisi untuk tanamannya.

Sekilas hidroponik mungkin agak terlihat lebih mudah karena hanya harus memperhatikan tanamannya saja, tanpa harus repot-repot memerhatikan ikan seperti halnya dalam aquaponik. Hidroponik hanya perlu mengatur nutrisi tanaman, mencegahnya jangan sampai terlalu sedikit ataupun terlalu banyak, karena akan berpengaruh pada kualitas tanamannya.

Tapi dalam hal efektivitas, aquaponik bisa sedikit unggul karena dapat menghasilkan dua produk sekaligus baik tanaman maupun ikannya. Dalam penyediaan nutrisi pun aquaponik lebih ekonomis karena tidak harus menambahkan lagi larutan nutrisi kepada tanaman, karena nutrisi sudah terpenuhi dari kotoran ikan tersebut. Sedangkan pada hidroponik, kita harus mengeluarkan biaya lebih untuk penyediaan nutrisi hidroponik untuk diberikan kepada tanamannya.

Walaupun sedang tren, jangan memaksakan melakukan keduanya, karena baik hidrponik maupun aquaponik memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi sesuaikan dengan lingkungan dan kemampuan Fresh Reader ya, pilih yang menurut kalian cocok dan lakukan dengan sepenuh hati agar hasilnya lebih maksimal, good luck!

Fresh Crew : Refkyan Mauldan/Magang

Editor Fresh : Bestari Saniya

Latest articles

Related articles