Passive Learning dan Active Learning, Mana Lebih Efektif?

- Advertisement -
doc.net

FRESHSUAKAONLINE.COM- Holla! Pernah ga sih Fresh Reader merasa kesulitan memahami apa yang telah dipelajari? Padahal waktu, tenaga, dan pikiran semuanya sudah dicurahkan semaksimal mungkin. Tapi rasanya kok tetap saja sulit.

Masalah seperti ini pasti sering di alami semua orang. Bukan seberapa banyak kita menghapal, tapi seberapa efektif kah usaha dan metode belajar yang sudah kita lakukan. Nah kali ini Fresh Crew akan coba berbagi metode-metode pembelajaran yang mungkin bisa angat membantu.

Ada dua metode yang bisa kita pakai untuk belajar efektif, yakni Active Leraning dan Passive Learning. Apa sih mereka ini? Saat kita fokus mendengarkan dan mencatat apa yang diterangkan dosen atau saat kita mengahafal mati-matian catatan yang kita punya sebelum ujian, itulah yang di namakan  passive learning.

Dalam metode ini kita sebagai pelajar tidak terlibat kedalam proses pembelajaran. Komunikasi berjalan satu arah, pelajar hanya duduk dan menerima informasi yang diberikan. Sehingga pengajar adalah fokus dari metode ini dan berperan sebagai yang maha tahu.

Sedangkan active learning adalah metode dimana kita sebagai pelajar terlibat secara langsung dan merupakan fokus utama dalam pembelajaran. Si active learning ini bisa terjadi saat kita benar-benar tertarik pada suatu topik kemudian muncul rasa ingin tahu dan ingin mengeksplorasi lebih. Metode ini bisa merangsang adanya diskusi, kolaborasi, berpikir kritis, juga problem solving. Perbedaan dari dua metode ini ada di bagaimana proses informasi ini diberikan dan diterima.

Lalu mana nih metode yang paling efektif? Dilansir dari learninghub.opernlearning.com How People Lear: Active vs Passive Learning menyatakan metode terbaik untuk seeorang mempelajari sesuatu adalah active learning. Metode ini menawarkan pemahaman konseptual dan mendalam dari suatu topik. Ini berbeda dengan passive learning dimana pemahaman yang diperoleh dangkal karena pelajar tidak memproses lebih jauh informasi dan hanya menerima informasi yang di berikan.

Karena pemahaman akan konsep inilah yang membuat pelajar menjadi lebih merasa apa yang dipelajari relevan dan ada gunanya di kehidupan sehari-hari. Sehingga pelajar termotivasi belajar karena ingin belajar bukan karena nilai atau lembaran sertifikat.

Selain itu, active learning juga dianggap lebih baik karena memfasilitasi divergent thinking, dimana kita menggabungkan berbagai informasi sebagai suatu satu kesatuan. Yang mana dianggap lebih baik daripada convergent thinking, atau asumsi bahwa hanya tersedia satu jawaban pasti dari suatu permasalahan.

Tapi Fresh Reader, bukan berarti passive learning itu jelek lho ya. Ada beberapa keuntungan dari passive learning yang tidak bisa didapat dari active learning. Metode passive learning memungkinkan lebih banyak informasi untuk diberikan dari pengajar, memberikan guru lebih banyak kontrol terhadap lingkungan pembelajaran sehingga pelajar tidak mudah teralihkan, dan materi pembelajaran menjadi terorganisir.

Kedua metode ini baik untuk digunakan, yang salah adalah jika kita hanya menggunakan salah satu saja. Penerapannya pun harus tepat, tergantung pada subjek apa yang kita pelajari. Active learning cocok dipakai pada subjek-subjek yang membutuhkan pemahaman konsep dan problem solving seperti pada  matematika dan fisika. Sedangkan passive learning tepat digunakan saat kita diberi banyak informasi yang harus diingat.

Perlu diingat yaa, apa pun metode yang digunakan tidak akan berhasil jika kemauan dan usaha kita minim. Karena keberhasilan sesuatu itu tidak bergantung dari satu aspek saja. Sejauh ini, apakah metode pembelajaranmu sudah tepat Fresh Reader?

Sumber: learninghub.opernlearning.com, youtube (med school insider)

Fresh Crew : Santika Lestari

Editor Fresh : Bestari Saniya

Latest articles

Related articles