
FRESH.SUAKAONLINE.COM-Seiring dengan berkembangnya fashion, trend hijab yang termasuk didalamnya pun ikut berkembang. Berbagai jenis bahan hijab mudah ditemui saat ini. Setiap bahannya memiliki karakteristik masing-masing, termasuk serat kain serta secara tampilannya. Cara perawatannya pun tentu berbeda-beda. Bagi fresh reader yang belum tahu cara merawat hijab sesuai dengan jenis bahannya. Ini dia ulasan serta tips singkat cara merawat hijab yang fresh crew rangkum dari berbagai sumber;
Pertama, Bahan Katun.Bahan katun termasuk bahan yang sering dijadikan kerudung, karena terbuat dari kapas alami yang mampu menyerap keringat. Selain itu memberi efek adem dan nyaman saat dikenakan. Perawatannya tidak begitu sulit, usahakan saat mencuci menggunakan tangan agar tidak merusak serat kain tersebut. Sebelum mencuci, sebaiknya pisahkan dulu hijab berbahan katun yang memiliki warna cerah dengan warna hijab lainnya untuk menghindari warna yang luntur.
Saat menjemurnya, sebaiknya hindari terpaan sinar matahari langsung. Selain itu, usahakan tidak menggunakan penjepit baju saat menjemurnya. Karena, penjepit yang terlalu kuat bisa merusak bentuk hijab. Oleh karena itu, bisa digantung saja menggunakan hanger untuk menjaga kondisi hijabmu tetap terawat.
Kedua, Bahan Voal. Next, bahan hijab voal. Voal sendiri sebenarnya diambil dari bahasa Perancis, voile, yang artinya jilbab. Terbuat dari 100% bahan katun tipis. Bahan ini memungkinkan udara masuk di antara lipatan hijab sehingga membuat pemakainya merasakan kenyamanan yang maksimal. Juga, bahan ini dikenal sangat mudah dibentuk. Sehingga, menjadi bahan hijab yang digandrungi oleh banyak wanita.
Cara merawatnya tidak jauh beda dengan bahan hijab lainnya, dicucinya menggunakan tangan dan sebaiknya cuci menggunakan deterjen cair yang lembut. Voal bisa di jemur di paparan sinar matahari langsung. Setelah kering, bisa setrika hijab berbahan voal dengan suhu yang rendah untuk menghindari hijab rusak.
Ketiga, Bahan Jersey. Bahan jersey juga menjadi bahan hijab favorit para hijabers, karena bahannya mampu menyerap keringat dengan cepat serta memberikan sensai nyaman karena mudah dibentuk dan tidak mudah geser. Sehingga, cocok banget buat kamu yang rajin berolahraga. Dalam perawatannya, bahan jersey dikenal lebih mudah dibandingkan dengan bahan hijab lainnya.
Saat mencucinya, kamu cukup mencelupkan hijab berulang kali ke ember yang berisi detergen. Begitu juga saat membilasnya, cukup masukkan ke dalam ember yang berisi air bersih. Untuk mengeringkannya, jangan peras kain dengan cara memelintirnya. Cukup angkat dan biarkan air turun dengan sendirinya. Bahan jenis ini pun bisa dijemur di bawah sinar matahari langsung. Namun, yang perlu kamu ingat saat menjemur sebaiknya balik jilbab agar warnanya tidak cepat pudar. Begitu juga saat menyetrika, setrika dengan posisi hijab dibalik dengan suhu yang rendah, agar kondisi jilbab tetap baik.
Keempat, Bahan Chiffon. Bahan yang sering dijadikan model hijab pashminaini terbuat dari kapas, sutra, dan serat sintetis. Sifatnya terbilang licin, tipis, dan cenderung panas jika tidak dikombinasikan dengan bahan lain. Selain itu, tidak menyerap keringat dan mudah kusam. Sehingga, tidak cocok digunakan saat melakukan aktivitas berlebihan. Meski begitu, chiffon cukup digemari karena sifatnya yang ringan dan jatuh, cocok dipakai untuk acara formal serta anti lecek.
Perawatannya hampir mirip dengan bahan katun, cara mencucinya dianjurkan menggunakan tangan agar serat kain tidak rusak. Gunakan juga detergen cair yang lembut, agar tidak merusak warna hijab. Saat menyetrikanya, gunakan suhu yang rendah dan sebaiknya jangan kenakan langsung setrika dengan bahan chiffon, lapisi bahan chiffon dengan kain diatasnya. Saat akan disimpan, lebih baik jangan digantung tapi lipat dengan rapi. Agar benang dalam kain tidak melar lebih cepat.
Kelima, Bahan Satin. Yang terakhir, jenis bahan yang sering digunakan juga ialah satin. Memiliki karakteristik bahan yang cenderung kaku dan mudah kusut saat digunakan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perawatannya. Saat mencucinya, jangan biarkan terendam terlalu lama. Karena, hijab satin yang dibiarkan dalam kondisi basah akan menyebabkan benangnya melar.
Saat selesai dicuci, jangan memeras hijab, karena akan memunculkan kerutan yang sulit dihilangkan. Biarkan air turun dari hijab tersebut dengan sendirinya. Selain itu, bahan satin ini bila terkena noda akan sangat sulit untuk dihilangkan dan akan meninggalkan bekas noda. Untuk itu, perlu berhati-hati saat menggunakan hijab jenis ini dan juga jangan semprotkan parfum secara langsung terkena hijab.
Itu dia tips merawat hijab sesuai bahannya, kelima bahan diatas yang paling sering digunakan oleh para hijabers. Tidak perlu perawatan khusus bukan? Cukup melakukan perawatan dengan apik bisa membuat hijabmu tetap indah dan terawat.
Fresh Crew : Shafa Maura/Magang
Redaktur : Raissa Shahifatillah/Suaka

