Sindrom Denial, Menyangkal untuk Melindungi Diri

- Advertisement -

FRESH.SUAKAONLINE.COM, Freshgrafis- Holla fresh reader! Kalian mungkin sering  mendengar kata denial, entah itu di dalam forum diskusi, buku-buku ilmiah sampai fiksi, atau bahkan dalam percakapan sehari-hari, kata denial menjadi tidak asing lagi di telinga kita. Tapi, sebenarnya denial itu apa sih?

Menurut salah-satu psikolog ternama, Sigmund Freud, denial adalah salah-satu bentuk dari mekanisme pertahanan atau self defense mechanism. Biasanya, denial atau penyangkalan dilakukan ketika seseorang merasa takut dan mengalami stres berat akan sebuah kejadian yang dianggapnya akan membuat ia tersakiti dan menderita. Sehingga ia berusaha menolak atau tidak menerima kejadiaan tersebut karena tidak sesuai dengan harapannya.

Denial atau penyangkalan seringkali dikonotasikan negatif, karena fase penyangkalan ini kita jadi sulit beradaptasi dengan kenyataan yang ada. Bagi orang yang sering melakukan denial, ia merasa bahwa kenyataan atau fakta yang ada hanyalah bersifat remeh, sehingga menganggap enteng hal-hal yang akan terjadi dikemudian hari. Tetapi denial pun dapat berdampak positif loh bagi kehidupan kita.

Melansir dari verywellmind.com, denial adalah hal yang umum ada dalam kehidupan manusia. Manusia seringkali menyangkal hal-hal yang tampaknya menyakitkan, berlebihan, dan membuat stres. Dalam jangka pendek, mekanisme pertahanan ini bisa bermanfaat, karena memungkinkan kita untuk memiliki waktu dalam membuat keputusan atau penerimaan terhadap sesuatu. Dengan memberikan diri sendiri waktu, kita mungkin bisa menerima, berdaptasi, dan akhirnya move on terhadap kejadiaan yang tidak kita sukai.

Namun freshreader, ketika penyangkalan ini berjangka panjang dapat timbul dampak negatif bahkan cenderung fatal dalam hidup kita. Misalnya, ketika kita tetap kekeuh untuk tidak berkonsultasi dengan dokter, padahal dada bagian kiri terasa sakit selama beberapa hari, hal ini malah justru dapat memperburuk kondisi kesehatan. Maka, penyangkalan yang seperti ini sangat tidak baik dan malah menjadi toxic dalam kehidupan kita.

Memang, denial dapat memberikan dampak positif, tapi jangan sampai melupakan dampak negatif yang ada di dalamnya. Jika freshreader merasa sudah masuk tahap denial jangka panjang jangan ragu untuk meminta bantuan orang terdekat atau profesional ya! Selain membantu secara mental, kita juga bisa terhindar dari akibat yang tidak diinginkan. Semoga freshreader, dapat terhindar dari denial atau penyangkalan jangka panjang, yak!

Fresh Crew : Chamid Nur Muhajir dan Rashid Al Raz/Suaka

Redaktur : Raissa Shahifatillah/Suaka

Latest articles

Related articles