
FRESH.SUAKAONLINE.COM, Freshgrafis – Menghidupi anggota keluarga bukanlah halyang mudah, apalagi jika bukan hanya keluarga inti saja yang harus dihidupi namun orang tua, kakek-nenek, dan juga anak atau bahkan cucu. Aduh membayangkannya saja sudah sulit ya freshreader.
Berdasarkan hasil riset databoks.katadata.co.id tren rasio ketergantungan lansia di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya sejak 2014. Nilai rasio ketergantungan lansia ini menyatakan berapa banyak penduduk lansia yang harus ditanggung biaya hidupnya oleh penduduk usia produktif (usia 15-59 tahun). Melihat dari data tersebut, artinya semakin banyak individu di Indonesia yang menanggung beban sebagai generasi sandwich.
Generasi sandwich bisa saja terjadi akibat dari generasi sebelumnya yang gagal atau sulit mengatur dan mengelola keuangan untuk hari tua karena manajemen yang buruk, perilaku konsumtif, pendapatan yang kurang atau mantan generasi sandwich. Hasil penelitian yang dilakukan theprakarsa.org, 93 persen responden berusia produktif menyadari pentingnya dana pensiun atau jaminan hari tua. Namun, hanya 11 persen responden yang memiliki dana persiapan hari tua.
Beban keuangan yang berat membuat generasi sandwich harus merelakan tabungan dan dana hari tua untuk mencukupi kebutuhan keluarga yang mereka tanggung. Ini membuat mereka bergantung pada generasi selanjutnya. Akhirnya anak dari generasi sandwich akan mengulang siklus yang sama. Terciptalah rantai setan yang terus berulang dan panjang.
Cara untuk memutus rantai generasi ini adalah dengan perencanaan keuangan yang baik dan teratur. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah dengan mencatat arus kas, mulai dari pemasukan dan pengeluaran setiap bulannya untuk mengetahui estimasi budget mana yang bisa dikurangi atau dihilangkan dibulan-bulan berikutnya. Sehingga manajemen keuangan bisa terkontrol dengan baik.
Selain itu, kita sebaiknya menyiapkan dana pensiun sedini mungkin untuk jaminan hari tua. Kita juga bisa menambah penghasilan dengan mencoba untuk membuka bisnis atau mulai mencari hobi yang menghasilkan. Misalnya bagi yang menyukai fotografi bisa mengambil pekerjaan sampingan sebagai fotografer part time.
Melihat kondisi keuangan yang kian hari makin sulit, ditambah beban tanggungan semakin banyak, kita harus bisa memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh pendapatan lebih, apalagi di era sekarang yang semua serba kapitalis membuat kita harus ekstra dalam memanfaatkan peluang yang ada. Hwaiting freshreader!
Sumber : finoo.id, Skill Academy, theprakarsa.org, databoks.katadata.co.id
Peneliti : Raafi Herdiansyah Putra/Suaka
Redaktur : Raissa Shahifatillah/Suaka

