Tips Atasi Culture Shock, Problematika Yang Dialami Para Pendatang

- Advertisement -

FRESH.SUAKAONLINE.COM, Freshgrafis– Peribahasa “Carilah ilmu sampai ke negeri Cina” bukan lagi hal yang asing di pendengaran sekitar kita. Peribahasa yang memiliki makna carilah ilmu sampai sejauh manapun itu, banyak memotivasi anak muda untuk pergi ke perantauan. Namun, ketika sedang berada di perantauan seorang individu pasti mengalami perasaan bingung dan gelisah, baik itu terhadap lingkungan maupun kebudayaannya. Nah, hal tersebut merupakan fenomena yang umum terjadi karena baru berkenalan dengan situasi dan kondisi baru.

Fenomena itu populer dengan istilah culture shock atau gegar budaya, dan sering dialami oleh perantau yang baru pertama kali datang ke suatu daerah. Culture shock tidak muncul begitu saja, lho. Ada beberapa faktor yang akhirnya memicu perasaan keterkejutan budaya ini seperti; iklim, bahasa, perilaku sosial, aturan dalam masyarakat, nilai sosial dan permasalahan yang terjadi di sekitar lingkungan.

Tak hanya itu, fenomena gegar budaya ini  juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lain seperti, perubahan struktur masyarakat, interaksi dan komunikasi sosial yang berlangsung secara berbeda dari daerah asal lingkungan seseorang individu. Perubahan-perubahan ini mengakibatkan seorang individu menghadapi peristiwa yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Berdasarkan hal tersebut, proses adaptasi merupakan hal yang paling diperlukan dalam perubahan sosial ini. Alasannya, karena jika seorang individu tidak mau mencoba untuk berbaur dengan lingkungan yang ia tempati, perasaan-perasaan negatif seperti bosan, stress, mudah lelah, frustasi, merasa terisolasi, dan homesick akan terus ada. Akibatnya perasaan-perasaan negatif itu akan menimbulkan menurunnya produktivitas sehari-hari.

Agar tidak mengalami culture shock saat berada di lingkungan baru, Fresh crew kasih tau beberapa tips untuk mengatasinya. Tips yang pertama yaitu bersikap terbukalah pada budaya dan hal baru. Janganlah malu untuk bertanya jika ada suatu hal yang tidak dipahami. Hal ini dapat menjadi sebuah pembiasaan positif yang berguna untuk mengakrabkan diri dengan orang lain. Tak hanya itu, dengan cara ini Fresh Reader bisa melihat perspektif berbeda agar bisa menyesuaikan diri dan beradaptasi perlahan dengan lingkungan baru.

Kedua, carilah juga informasi tentang adat istiadat, peraturan dan gaya hidup di tempat baru. Tentunya hal ini berguna untuk dapat lebih cepat beradaptasi dan mengikuti alur pergaulan sosial orang-orang di sana, dengan begitu Fresh Reader tidak akan merasa terlalu terasingkan dan kaget.

Selanjutnya, perluaslah relasi baik itu dalam pertemanan, organisasi, pekerjaan, maupun lingkungan sekitar. Dengan berusaha untuk mengenal orang baru dan membangun pertemanan, maka dapat saling bertukar informasi dan bertanya satu sama lain. Tak hanya itu, semakin banyak relasi yang dibangun, akan membuat diri lebih siap menghadapi berbagai perbedaan yang ada di perantauan.

Terakhir, hapalkan tempat-tempat penting. Misalnya jalan menuju ke bank, rumah sakit, toko kelontong maupun kantor pos, karena hal ini akan sangat membantu dalam proses beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Nah, Itulah beberapa tips yang sekiranya dapat dilakukan untuk mengurangi dampak culture shock di tempat baru, semoga Fresh Reader yang sedang merantau bisa terus betah ya, semangat!

Peneliti: Nabila Rachmi/Magang

Latest articles

Related articles