FRESH.SUAKAONLINE.COM – Dalam mengerjakan sesuatu yang memakan waktu lama, terkadang muncul rasa jenuh dalam diri seseorang. Hal ini tentunya dapat mengganggu keefektifan dalam menyelesaikan sesuatu, baik itu beban pekerjaan maupun tugas dari kampus. Namun untuk mengatasinya, kita bisa mencoba teknik pomorodo, lho. Lalu, apa itu teknik pomorodo?
Teknik pomorodo diartikan sebagai sebuah filosofi manajemen waktu untuk menyelesaikan sesuatu di mana kita yang melakukannya secara fokus dan maksimal dalam jangka waktu yang ditentukan. Teknik ini mengharuskan seseorang fokus dalam mengerjakan sesuatu dengan diselingi waktu istirahat.
Mulanya, teknik pomodoro ini diperkenalkan pada akhir tahun 1980 oleh seorang ahli bernama Francesco Cirillo. Dirinya menciptakan teknik ini karena mengalami kesulitan konsentrasi saat belajar. Francesco menggunakan timer berbentuk tomat yang berada di dapurnya.
Selaras dengan hal itu, pomodoro berasal dari Bahasa Spanyol yang memiliki arti ‘tomat’. Oleh karenanya, teknik ini dikenal juga dengan istilah manajemen waktu berbentuk tomat. Lalu, bagaimana cara menerapkan teknik pomorodo dalam kehidupan sehari-hari?
Pertama, kita harus fokus dan menentukan durasi waktu saat memulai aktivitas. Menurut Direktur Pusat Neurosains Univesitas Muhammadiyah, Rizki Edmi Edison mengatakan bahwa kemampuan seseorang bisa fokus rata-rata hanyalah 20 menit. Dengan begitu, ketika hendak belajar atau menyelesaikan suatu pekerjaan, kita bisa menerapkan teknik pomodoro.
Selain itu, Fresh Reader juga bisa meniru Cirillo yang menggunakan durasi waktu 25 menit. Misalnya, selama 25 menit kita diharuskan fokus belajar. Setelah waktu habis, kita diharuskan istirahat selama 5 menit. Cara ini terus dilakukan sebanyak 4 babak, baru setelah itu kita bisa beristirahat lebih lama asalkan durasinya tidak melebihi waktu kita untuk fokus.
Tahap kedua yaitu siapkan materi yang harus dipelajari dan hindari distraksi. Kita bisa mengambil materi yang perlu dipelajari saja. Selanjutnya, hindari apapun yang bisa mengganggu konsentrasi saat pembelajaran berlangsung, seperti mematikan notifikasi pada ponsel agar bisa lebih fokus dan tidak membuka tutup ponsel. Intinya, jangan mudah terdistraksi oleh hal sekecil apapun.
Setelah melakukan tahap belajar, kini waktunya memasuki tahap istirahat. Lakukan kegiatan yang menyenangkan, misalnya Fresh Reader bisa melakukan peregangan ringan, mengambil air minum, ataupun melemaskan otot. Hal tersebut dilakukan agar nantinya saat istirahat selesai dan kembali fokus belajar, kita bisa lebih rileks dan fokus.
Tentunya teknik Pomodoro ini dinilai sangat efektif. Melansir dari kemenkeu.go.id., berdasarkan penelitian oleh Jonathan Schooler, rata-rata setiap harinya pikiran setiap orang menghabiskan sekitar 15-20% dari waktunya untuk memikirkan hal lain selain pekerjaan, sehingga membuat pekerjaan menjadi susah selesai.
Bekerja secara terus menerus dalam waktu yang lama akan membuat otak lelah dan bosan sehingga membuat pikiran menjadi tidak fokus dengan pekerjaan. Teknik pomodoro ini akan sangat berguna, sebab dapat menarik perhatian kita selama 25 menit secara penuh.
Terakhir, istirahat dengan menggerakkan tubuh (di setiap interval istirahat) dapat membuat otak lebih sehat dan meningkatkan fokus. Selain bisa diterapkan oleh pribadi, teknik ini bisa dilakukan juga oleh kelompok. Teknik ini dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas serta kreativitas anggota kelompoknya.
Dalam setiap tahapannya, teknik pomodoro berguna sebagai unit estimasi waktu dengan segudang manfaat yang diberikan. Teknik pomodoro bisa fresh reader terapkan saat mendapat banyak tugas maupun mengalami kesulitan fokus dan gangguan konsentrasi saat belajar. Selamat mencoba!
Fresh Crew: Shafa Maura Zahwa/Suaka
Editor Fresh: Fatimah Nur’aini/Suaka

