Meta AI pada WhatsApp, Sebuah Ancaman atau Kemudahan?

- Advertisement -
Ilustrasi Foto Oleh: Puji Saputra/Suaka

FRESH.SUAKAONLINE.COM – Hello Fresh Reader! Kalian sadar kan dengan bertambahnya fitur baru pada aplikasi WhatsApp? Yap, bagian terbaru itu merupakan sebuah kecerdasan buatan yang bernama Meta AI. Dilansir dari laman tribunnews.com, Meta AI WhatsApp adalah chatbot berbasis AI yang diluncurkan pada September 2024 dan tersedia di beberapa negara, termasuk Inggris, Prancis, Portugis, Spanyol, dan yang baru-baru ini adalah Indonesia.

Layanan Meta AI tersedia di berbagai platform media sosial populer, seperti Facebook, Instagram, dan juga WhatsApp. Keunggulan utama AI dari Meta adalah penggunaannya yang gratis. Meski begitu, fitur-fitur yang ditawarkan di dalamnya tidak kalah dengan AI lainnya yang berbayar. Pengguna dapat mengobrol, bertanya, mencari inspirasi, membuat kuis sebagai sarana belajar, dan bahkan membuat gambar ilustrasi dengan mudah.

Dengan dukungan model bahasa canggih bernama Llama versi 3.2, Meta AI dapat memberikan respon yang hampir menyerupai percakapan dengan manusia. Hal menarik yang bisa dicoba dengan teknologi ini adalah pengguna dapat menyesuaikan cara berkomunikasi dengan AI, misalnya dengan menggunakan sapaan gaul seperti lo dan gue untuk menyapa AI, bahkan dapat menggunakan sapaan lain sesuai keinginan pemakai.

Salah satu fitur menarik dari Meta AI adalah kemampuannya membuat gambar berdasarkan teks yang diketik pengguna. Misalnya, dengan mengetik “Buatkan ilustrasi beruang,” maka gambar beruang akan langsung muncul dalam waktu singkat. Layanan tersebut sangat fleksibel, sehingga pengguna dapat berkreasi sesuka hati, termasuk pada hal-hal yang dirasa kurang masuk akal ataupun sekedar untuk menghibur diri. Contohnya seperti jika kita mengetik “Buatkan ilustrasi gajah memakai baju SD,” maka Meta AI akan menghasilkan gambar sesuai permintaan tersebut.

Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan oleh AI memungkinkan pekerjaan diselesaikan dengan cepat tanpa membutuhkan banyak usaha. Hal ini tentunya membawa sisi positif, seperti efisiensi waktu dan tenaga. Misalnya, saat membuat makalah untuk tugas kuliah, Fresh Reader tidak perlu membaca banyak buku atau artikel karena informasi yang dibutuhkan dapat langsung ditemukan. Begitu pula dalam desain, kamu dapat dengan mudah menghasilkan gambar sesuai keinginan melalui generator image AI.

Namun, pada sisi lainnya, kemudahan ini juga memiliki kekurangan. Salah satu efek negatifnya yakni mampu mengurangi kemampuan berpikir kritis dan kreativitas. Interaksi manusia dengan teknologi, seperti curhat kepada AI, sering kali menggantikan percakapan langsung dengan individu lainnya. Padahal, saling bercengkrama secara langsung sangat penting untuk membangun empati, keterampilan komunikasi, dan pemahaman mendalam terhadap emosi manusia.

Masalah privasi data juga tak dapat terhindarkan pada fitur terbaru yang dirilis oleh Meta. Dilansir pada laman tempo.co, isu ini menjadi perhatian penting karena melibatkan perlindungan data pribadi pengguna. Terlebih, perusahaan Meta sebelumnya telah menghadapi berbagai kasus pelanggaran privasi di berbagai negara, diantaranya adalah Spanyol.

Pada akhir 2023, Meta digugat oleh AMI, sebuah asosiasi media di Spanyol yang mewakili 80 penerbit. Gugatan tersebut menuntut kompensasi sebesar US$ 600 juta (sekitar Rp 9,3 triliun) atas dugaan pelanggaran privasi. Masalah ini berakar pada kelalaian sistematis Meta dalam mematuhi Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) yang berlaku di Uni Eropa. Hal ini memicu kekhawatiran global tentang perlindungan data pengguna.

Walaupun Meta AI memiliki potensi yang besar dalam memudahkan pekerjaan manusia, pengguna harus menyadari bahwa teknologi ini masih memiliki keterbatasan, terutama dalam hal pencarian informasi yang akurat. Meski demikian, dengan pemahaman yang baik mengenai cara kerja dan aplikasinya, Meta AI dapat menjadi alat yang sangat berguna untuk berkomunikasi dan mendukung proses pembelajaran.

Sumber: tribunnews.com dan tempo.co

Fresh Crew: Puji Saputra/Suaka

Editor Fresh: Nadia Ayu Iskandar/Suaka

Latest articles

Related articles