
FRESH.SUAKAONLINE.COM– Pernah tidak, Fresh Reader, merasa lebih fokus mengerjakan tugas ketika berada di kafe dibandingkan di kamar kos? Fenomena study from cafe kini semakin populer di kalangan mahasiswa. Laptop terbuka, minuman kopi di meja, serta suasana santai menjadi pemandangan yang sering terlihat di banyak coffee shop sekitar kampus.
Tren ini muncul karena banyak mahasiswa merasa jenuh belajar di tempat yang sama setiap hari. Ruangan pribadi yang monoton sering membuat motivasi menurun sehingga tugas terasa lebih berat untuk diselesaikan. Dengan berpindah ke kafe, sebagian orang merasa mendapatkan energi baru yang membantu mereka kembali fokus menyelesaikan pekerjaan akademik.
Dilansir dari Alonesia, tren study from cafe ini mulai ramai sejak masa pandemi Covid-19 sekitar tahun 2020. Bahkan menurut Repository.upi, generasi muda kini semakin nyaman menggunakan kafe sebagai ruang produktif, menjadikan cafe sebagai tempat belajar maupun bekerja jarak jauh karena dianggap nyaman dan mendukung produktivitas.
Suasana kafe juga menjadi salah satu alasan utama tempat tersebut digemari sebagai ruang belajar alternatif. Musik latar yang lembut, aroma kopi yang khas, serta desain interior yang nyaman sering menciptakan atmosfer santai namun tetap produktif. Bahkan suasana ramai, namun tidak terlalu bising, hingga dapat membantu mereka lebih mudah berkonsentrasi.
Fenomena belajar di coffee shop memang semakin terlihat sebagai bagian dari kehidupan mahasiswa modern. Dilansir dari Antara.News, diskusi maupun mengerjakan tugas di kafe kini menjadi tren di kalangan pelajar dan mahasiswa di kota besar. Suasana santai, internet stabil, stopkontak di setiap meja, serta tempat duduk yang nyaman disebut sebagai daya tarik utama aktivitas tersebut
Di sisi lain, media sosial juga ikut memperkuat tren belajar di kafe. Banyak tempat memiliki desain estetik yang menarik untuk difoto sehingga sering muncul dalam unggahan Instagram atau TikTok. Tidak jarang aktivitas mengerjakan tugas di coffee shop dibagikan sebagai konten digital yang terlihat produktif sekaligus stylish.
Meski begitu, belajar di kafe tidak selalu berdampak positif terhadap produktivitas. Suasana ramai, percakapan pengunjung lain, atau distraksi dari ponsel dapat membuat fokus mudah terpecah. Selain itu, beberapa orang datang ke kafe bukan semata menyelesaikan tugas, melainkan sekadar nongkrong atau mengunggah aktivitas belajar ke media sosial.
Dilansir dari Journal of Youth and Outdoor Activities, gemar belajar di kafe mengakibatkan perubahan bagi diri sendiri dan gaya hidup, seperti pola tidur terganggu karena terlalu banyak kafein, selera tempat yang dipengaruhi oleh beberapa kafe yang dikunjungi, penampilan yang terinpirasi dari konsumen lain yang ditemui, dan semakin aktif di media sosial untuk mengikuti rekomendasi kafe lainnya.
Ada pula faktor pengeluaran yang perlu dipertimbangkan. Pengunjung harus membeli makanan dan/atau minuman selama pembelajaran berlangsung. Membeli beberapa produk kafe juga merupakan bentuk menghargai fasilitas yang telah digunakan selama duduk berlama-lama di kafe.
Pada akhirnya, belajar di kafe memang sudah jadi bagian dari gaya hidup mahasiswa masa kini. Selama tetap bisa menjaga fokus, mengatur waktu, dan mengontrol pengeluaran, aktivitas ini bisa jadi cara menyenangkan untuk menyelesaikan tugas. Jadi, kalau sesekali ingin nugas sambil ngopi, pastikan tujuan utamanya tetap produktif, ya, Fresh Reader!
Fresh Crew: Fitri Awaliyah/Magang
Editor Fresh: Nabila Rahma Hidayat/Suaka

