Ultra-processed Food dalam Mie Instan, Konsumsi Alternatif Utama Mahasiswa

- Advertisement -
Doc.net

FRESHSUAKAONLINE.COM – Saat di kantin, Wacchi memperhatikan Juno yang hampir setiap hari mengkonsumsi mi instan. Katanya mie instan itu enak, mengenyangkan dan harganya terjangkau, karena itu dia konsumsi untuk makanan sehari-hari. Namun, kebiasaan mengkonsumsi mie instan sebagai makanan sehari-hari tentu perlu diperhatikan, terutama jika dilakukan dalam jangka panjang. Lantas, mengapa makanan seperti mie instan begitu sulit dilepaskan dari keseharian kita?

Dilansir dari Hellosehat, Ultra-processed food (UPF) adalah makanan yang telah melalui berbagai proses pengolahan. Biasanya terdapat penambahan bahan yang tidak digunakan di dapur, seperti pengawet. Tujuannya agar makanan tahan lama dan memiliki rasa serta penampilan yang menarik. 

UPF tidak terbatas pada makanan seperti mie instan. Jenisnya cukup beragam, mulai dari produk yang manis-manis seperti minuman berperisa dan permen, biskuit dan roti yang nampak seperti camilan biasa, hingga produk yang kerap kali dicap menyehatkan, misalnya yoghurt.

Lantas, apakah UPF selalu buruk? Setiap produk memiliki komposisi yang berbeda, sehingga penting untuk memperhatikan komponen gizinya sebelum menentukan pilihan. Yang perlu diperhatikan adalah kandungan dalam setiap produk, terutama jika makanan tersebut tinggi gula, natrium, atau lemak dan rendah serat.

Menurut Gleneagles, mie instan umumnya memiliki kandungan natrium yang cukup tinggi, tetapi relatif rendah protein dan serat. Asupan natrium yang berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Meski begitu, menghindari UPF sepenuhnya bukanlah hal yang mudah. Produk UPF mudah ditemukan di mana-mana, mulai dari warung hingga minimarket terdekat. Harganya yang relatif terjangkau, kepraktisan, serta daya simpannya yang panjang membuat produk-produk tersebut menjadi pilihan yang sulit dihindari.

Situasi yang dialami Juno mungkin juga tidak asing bagi banyak orang. Bagi sebagian mahasiswa, keterbatasan anggaran menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih makanan. Di sisi lain, jadwal perkuliahan yang padat dapat membuat mahasiswa memiliki lebih sedikit waktu untuk menyiapkan makanan sendiri. Sehingga, untuk saat ini, belum ada alternatif lain yang bisa menggantikan. 

Mengkonsumsi mie instan atau makanan ultra-proses bukanlah hal yang harus dihindari sepenuhnya. Tapi penting untuk menyadari kebutuhan nutrisi yang diperlukan tubuh kita ya, Fresh Reader. Konsumsi makanan tersebut dapat diimbangi dengan makanan yang kaya nutrisi, seperti telur, sayuran, buah, dan sumber protein lainnya.

Fresh Crew: Rafifah Heiwa Abdika/Kontributor

Editor Fresh: Nabila Rahma Hidayat/Suaka

Latest articles

Related articles