
FRESH.SUAKAONLINE.COM – Fresh Reader, pernah merasa hidung terus-menerus tersumbat, bersin-bersin, atau mata terasa gatal hingga mengganggu aktivitas kuliah? Bisa jadi itu merupakan gejala rhinitis, lho. Meski umumnya tidak berbahaya, kondisi ini tetap perlu dikenali dan ditangani agar tidak mengganggu produktivitas selama perkuliahan.
Dilansir dari Alodokter, rhinitis adalah peradangan atau iritasi pada lapisan mukosa hidung yang ditandai dengan gejala seperti hidung tersumbat, pilek, bersin-bersin, dan hidung terasa gatal. Pada beberapa orang, rhinitis juga dapat disertai mata berair atau rasa gatal pada mata dan tenggorokan.
Rhinitis dapat dipengaruhi oleh faktor genetik sehingga seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan alergi lebih berisiko mengalaminya. Selain itu, paparan asap rokok, debu, bulu hewan, serta polusi udara juga dapat memicu munculnya gejala rhinitis. Rhinitis juga dapat terjadi apabila seseorang sering berada di lingkungan yang kualitas udaranya buruk atau kurang menjaga kebersihan tempat tinggalnya.
Dilihat dari faktor penyebabnya, rhinitis terbagi menjadi dua jenis, yaitu rhinitis alergi dan rhinitis nonalergi. Rhinitis alergi umumnya dipicu oleh debu, serbuk sari, bulu hewan, atau asap rokok. Sementara itu, rhinitis nonalergi dapat disebabkan oleh perubahan cuaca, polusi udara, infeksi virus, atau paparan zat tertentu.
Rhinitis dapat menjadi kendala bagi mahasiswa, terutama yang sering begadang atau beraktivitas di lingkungan berdebu. Gejalanya dapat mengganggu konsentrasi saat belajar, bahkan menurunkan kualitas tidur sehingga tubuh mudah lelah. Jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini berpotensi menurunkan produktivitas dan mengganggu aktivitas perkuliahan.
Pada rhinitis alergi, gejala umumnya muncul sesaat setelah seseorang terpapar pemicu alergi. Kondisi ini dapat ditandai dengan hidung tersumbat, pilek, bersin-bersin, mata gatal atau berair, hingga rasa gatal pada mulut dan tenggorokan. Pada sebagian orang, kelopak mata juga dapat membengkak dan tampak lebih gelap akibat reaksi alergi.
Selain gejala pada hidung, sebagian penderita juga dapat mengalami batuk, sakit kepala, atau ruam pada kulit. Pada anak-anak, rhinitis alergi bahkan dapat meningkatkan risiko infeksi telinga tengah. Meski gejalanya sekilas menyerupai flu, rhinitis alergi umumnya tidak disertai demam sehingga lebih mudah dibedakan.
Dilansir dari Halodoc, rhinitis ringan umumnya dapat ditangani di rumah dengan mengonsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter. Selain itu, gejalanya juga dapat dikurangi dengan menggunakan semprotan hidung sesuai anjuran dokter, membersihkan rongga hidung secara rutin dengan larutan saline, serta menjalani terapi alergi apabila diperlukan.
Rhinitis dapat dicegah dengan menghindari paparan debu dan asap rokok, menjaga kebersihan rumah, menggunakan perlengkapan tidur yang bersih, mengurangi kontak dengan hewan berbulu apabila memiliki alergi, serta menjaga daya tahan tubuh melalui olahraga, konsumsi makanan bergizi, dan tidur yang cukup.
Rhinitis memang bukan penyakit yang tergolong berbahaya, tetapi gejalanya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari apabila tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, Fresh Reader perlu mengenali penyebab, menghindari faktor pemicu, dan segera berkonsultasi dengan dokter apabila gejala berlangsung lama atau semakin parah. Dengan penanganan yang tepat, rhinitis dapat dikendalikan sehingga aktivitas tetap berjalan dengan nyaman.
Fresh Crew : Ajim Sugiri/Suaka
Editor Fresh: Nabila Rahma Hidayat/Suaka

