
FRESH.SUAKAONLINE.COM– Holla Fresh Reader! Tak terasa sudah satu bulan lebih kita mengikuti anjuran pemerintah untuk self quarantine karena merujuk pada imbauan Organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO) untuk menjaga jarak dengan orang lain atau biasa disebut physical distancing.
Selama menjalani physical distancing ini bukan hanya kesehatan fisik yang harus kita jaga, tapi juga kesehatan psikologis pun harus diperhatikan. Melihat media yang gencar memberikan informasi mengenai wabah pandemi ini, bukan tidak mungkin akan menimbulkan rasa cemas, terlebih bagi mereka yang mengidap anxietas.
Dilansir dari hellosehat.com, anxietas adalah keadaan tegang berlebihan yang ditandai oleh perasaan tidak menentu, khawatir, cemas, atau takut. Ini membuat si penderita merasa tercekik atau tercekat sehingga bisa melakukan hal-hai di luar batas.
Dikutip dari National Institue of Mental Health, ada berbagai jenis kelainan anxietas. Tapi, Fresh Crew akan bahas dua saja dari banyaknya kelainan anxietas yang tentunya sangat relate dengan keadaan pandemi saat ini.
Pertama, generalized anxiety disorder atau gangguan kecemasan umum. Kelainan ini merupakan kecemasan kronis yang ditandai dengan rasa khawatir dan tegang yang berlebihan. Jenis ganguan kecemasan ini berlangsung secara konsisten dan cenderung tidak terkendali.
Bentuk kecemasan dan ketakutan pengidap anxietas ini bisa terwujud dalam prilaku seperti maraknya pembelian barang barang seperti masker hingga hand sanitizer secara masif atau kita kenal dengan sebutan panic buying.
Kedua, social axiety disorder alias kecemasan sosial. Kecemasan sosial ini adalah rasa takut ekstrem yang muncul saat berada di keramaian. Tentu ini membuat si penderita selalu berusaha menghindari situasi yang mengharuskan ia bertemu atau berinteraksi dengan banyak orang.
Ibarat sedia payung sebelum hujan, untuk mengantisipasi agar terhindar dari anxiety disorder ini kita harus mengetahui berbagai gejalanya. Dari hellosehat.com tanda dan gejala yang biasa muncul adalah mudah lelah, gelisah, gugup, sulit berkonsentrasi, mudah tersinggung, sulit mengendalikan perasaan khawatir, dan sulit tidur.
Beberapa orang justru mengalami dampak anxitas ini dalam beberapa aspek. Dalam aspek prilaku misalnya, timbulnya kegelisahan, iridibilitas atau kewaspadaan berlebihan. Bahkan dalam aspek kognitif seperti kehilangan konsentrasi, perubahan pola pikir atau pikiran yang tidak diinginkan.
Jika Fresh Reader merasakan gejala-gejala di atas, sangat dianjurkan untuk segera menghubungi dokter. Karena, rasa khawatir tersebut tidak akan hilang dengan sendirinya atau bahkan justru bisa bertambah buruk dari waktu ke waktu jika tidak segera mencari pertolongan.
Cemas adalah respon dari tubuh ketika ia berada di situasi yang menimbulkan takut dan khawatir. tapi, perlu Fresh Reader ingat bahwa hal yang berlebihan itu tidaklah baik. Jangan terlalu panik, jangan terlalu khawatir, tetap berkifir jernih dan positif dalam setiap keadaan. Perbanyaklah berkomunikasi dan bertukar perasaan dengan teman dan kerabat dekat dan jangan biarkan diri kita hanyut dalam kecemasan.
Fresh Crew : Raissa Shahifatillah/Magang
Editor Fresh : Bestari Saniya

