Tutur Batin: Persembahan Yura Yunita Bagi Perempuan Indonesia

- Advertisement -

Judul Lagu                  : Tutur Batin

Tanggal Rilis               : 22 Oktober 2021

Penyanyi                     : Yura Yunita

Durasi Lagu                : 3.36 Menit

Durasi Video              : 4.46 Menit

Produser Video           : Arlio Gaputra S & Ayu Pamungkas

Produser Musik           : Ari Renaldi

FRESH.SUAKAONLINE.COM – Penyanyi sekaligus penulis lagu asal Indonesia, Yura Yunita baru-baru ini merilis video musik yang berjudul Tutur Batin. Video tersebut dipersembahkan untuk para perempuan dalam rangka memperingati Hari Perempuan Sedunia atau International Women’s Day yang jatuh pada tanggal 8 Maret.

Adapun video dan musik Tutur Batin dapat dinikmati melalui kanal YouTube pribadinya dengan nama YURA YUNITA. Lagu Tutur Batin sendiri sudah dirilis pada tahun 2021 lalu di mana merupakan album ketiga dari Yura. Pasalnya sebelum merilis video musik, terlebih dahulu Yura merilis lirik videonya.

Sama-sama meraih kesuksesan, video musik terbarunya sempat menduduki tranding 5 YouTube untuk musik dan telah ditonton sebanyak 2,2 juta kali dalam kurun waktu 8 hari. Teruntuk Fresh Reader yang penasaran bagaimana lagunya, bisa langsung cek YouTube YURA YUNITA, ya!

Secara umum, video musik berdurasi 4.46 menit ini membawa pesan bahwa perempuan mempunyai hak yang sama dengan laki-laki dalam menuturkan apa saja yang hendak disampaikan. Penyanyi keturunan Sunda tersebut menyadari bahwa video klip itu dapat menjadi sarana bagi dirinya dalam menyuarakan pentingnya pesan tersebut, terutama untuk perempuan-perempuan Indonesia.

“Lewat video musik ini, kami ingin bersama-sama merayakan hebatnya kamu, iya kamu yang sedang membaca tulisan ini. Perempuan yang sudah memberi kami inspirasi untuk video ini. Yang mencoba mengambil keputusan terbaik untuk dirimu sendiri dan menjadi lebih baik dalam ketidaksempurnaan. Terimakasih banyak ya :),” tulis Yura pada deskripsi video musiknya.

Tutur Batin menampilkan tiga karakter utama yaitu Riana, Tata, dan Mutia. Ketiganya memiliki cerita masing-masing yang dirasa relate dengan perempuan Indonesia saat ini. Tokoh pertama yaitu Riana, seorang remaja perempuan yang kerap dibanding-bandingkan dengan saudara kandungnya sehingga membuat dirinya kehilangan rasa percaya diri.

Adapun Tata, seorang perempuan dengan persoalan bentuk tubuh hingga merasa tidak diterima oleh lingkungan pergaulannya. Tokoh terakhir yaitu Mutia, seorang Ibu rumah tangga yang mendapat kekerasan dari suaminya namun berusaha tangguh demi putri kecilnya. Yura seakan-akan berhasil menyentuh hati siapa saja yang menyaksikan potongan kisah-kisah tersebut, terutama kaum perempuan.

Puncaknya, terdapat scene di mana Yura menemui perempuan-perempuan yang sedang berkumpul dengan masalah yang berbeda namun dengan perasaan yang sama. Mereka saling berpelukan, tertawa, saling memahami sebagai perempuan, seperti merayakan sebuah ketidaksempurnaan.

Namun percayalah sejauh mana kau mencari, takkan kau temukan sebaik ini

Aku tak sempurna, tak perlu sempurna, akan kurayakan apa adanya

Jika kita terus mencari kesempurnaan, maka tidak akan pernah cukup. Maka dari itu, kita harus mulai belajar menerima diri sendiri sebagai manusia yang apa adanya, hingga kita bisa merayakan segala kekurangan. Tidak ada seseorang yang benar-benar sempurna karena pada dasarnya setiap perempuan cantik dan hebat dengan jalannya masing-masing.

Fresh Crew: Triska Yulianti/Magang

Editor Fresh: Fatimah Nur’aini/Suaka

Latest articles

Related articles