
SUAKAONLINE.COM, Freshgrafis – Generasi Z (Gen Z) adalah generasi ke-4 dikenal sebagai i-Gen atau generasi internet. Penyematan gelar tersebut membuat Gen Z berkembang pesat mengenai teknologi, salah satunya ialah dalam transaksi yang kian beralih ke arah non-tunai.
Melansir dari visa.co.id, Consumer Payment Attitudes Study 2023 menemukan bahwa 81 persen konsumen Indonesia telah menggunakan layanan perbankan digital setidaknya seminggu sekali, sebuah tren yang terutama terlihat di 87 persen dari kalangan masyarakat kelas atas yang telah disurvei. Demografi yang lebih muda yaitu Gen Z sebanyak 81 persen.
Ini adalah salah satu tren yang dapat mempengaruhi bagaimana Gen Z berinteraksi dengan uang serta dalam mengelola keuangan mereka. Gen Z cenderung lebih nyaman menggunakan aplikasi dan perangkat elektronik, bahkan mereka juga lebih menyukai budaya cashless.
Tercatat bahwa Gen Z lebih banyak menggunakan dompet digital atau biasa disebut dengan e-wallet dari pada cash atau tunai. Hal tersebut membuat kemudahan bagi sebagian orang yang memiliki kebiasaan lupa untuk membawa dompet saat bepergian, karena mereka bisa langsung membayar menggunakan e-wallet.
Sebenarnya Gen Z merasa penggunaan e-wallet lebih mudah, praktis dan aman dari pada menggunakan cash yang mudah hilang dan jatuh itu memberikan dampak positif bagi keseharian, diantaranya mereka dapat mengatur serta mengelola keuangan yang mereka miliki dengan lebih bijak.
Namun hal tersebut juga memberikan tantangan bagi budaya cashless. Salah satunya adalah resiko kehilangan privasi, lupa kata sandi dan bahkan kehilangan ponsel yang digunakan. Resiko lainnya ialah kecanduan penggunaan teknologi dalam budaya cashless. Gen Z akan menjadi sangat tergantung kepada ponsel atau e-wallet tersebut dan melupakan tunai.
Nah maka dari itu, meningkatnya penggunaan e-wallet di kalangan Gen-Z perlu diiringi dengan mitigasi yang baik terhadap hal-hal yang terduga. Peralihan antara transaksi tunai dan non-tunai harus segera dibiasakan agar bisa memaksimalkan fungsi sebagaimana mestinya.
Sumber : databoks.katadata.co.id, emarketer-com, inilah.com, dan visa.co.id
Peneliti : Sri Wahyuni/ Suaka
Redaktur: Ighna Karimah Nurnajah/Suaka

