
FRESH.SUAKAONLINE.COM, Freshgrafis – Sore hari di depan kampus 1 UIN SGD Bandung dipadati oleh sejumlah pedagang takjil yang menawarkan beragam macam hidangan untuk berbuka puasa bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar. Hadirnya penjual takjil di depan kampus 1 menjadi ajang merayakan bulan Ramadan.
Selain kebiasaan berburu takjil di sore hari, salah satu tradisi lain yang sering dilakukan masyarakat selama bulan Ramadan adalah buka bersama (bukber). Tahukah Fresh reader? Sejarah bukber di Indonesia belum memiliki catatan spesifik kapan tradisi ini mulai populer di Nusantara.
Namun demikian, praktik makan bersama saat berbuka seolah sudah menyatu dengan budaya Indonesia sejak lama. Berawal sejak zaman Rasulullah SAW. Mengutip dari netrawarga.com, tradisi ini muncul sejak kewajiban puasa ditetapkan pada tahun ke-3 Hijriah. Nabi Muhammad SAW dan para sahabat kerap berbuka puasa bersama di Masjid Nabawi. Kebiasaan ini terus berlanjut di masa sahabat, tabi’in, hingga era Dinasti Abbasiyah, para khalifah rutin mengadakan jamuan besar untuk rakyat.
Sama halnya, di Indonesia tradisi bukber berkembang dimulai lewat keluarga, masjid, hingga komunitas kampus dan kantor, dari tempat-tempat yang sederhana hingga tempat yang megah untuk berkumpul bersama menunggu azan Magrib. Ternyata tradisi bukber ini bukan sekedar makan bersama, namun juga memiliki makna lebih dalam lho!
Penelitian di laman pekatpkm.my.id mengungkap bahwa tradisi bukber memiliki makna kebersamaan yang terbangun kuat. Alhasil, tercipta solidaritas dan kepedulian sosial yang nyata. Bukber jadi ajang berbagi makanan, cerita, dan pengalaman.
Selain itu, momen bukber juga membawa kebahagiaan kolektif yang terasa langsung. Interaksi tatap muka dan saling sapa dapat membuat empati tumbuh, hubungan antarindividu makin erat, serta rasa bahagia dan syukur meningkat secara bersama-sama. Pada setiap Ramadan tentunya Fresh reader sering kali turut serta dalam tradisi bukber kan? Nah! Selain membangun kebersamaan, tradisi bukber juga memiliki banyak manfaat.
Dilansir dari klikdokter.com, bukber bisa menghadirkan dukungan emosional dari keluarga, sahabat, atau pasangan untuk mengurangi stres setelah seharian menahan lapar dan haus. Selain itu, momen bukber juga sebagai bentuk dukungan psikologis yang membuat rasa nyaman dan aman. Sehingga kesehatan mental lebih baik secara keseluruhan, dan dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih jernih.
Dari sisi sosial, bukber memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas. Interaksi langsung ini bisa membuat ikatan makin erat, menciptakan kenangan indah, serta memunculkan dorongan empati dan kepedulian satu sama lain lho! Hal tersebut juga yang membuat tradisi bukber masih berlangsung. Hingga kini, banyak masyarakat Indonesia turut meramaikan tradisi ini. Bagaimana dengan Fresh reader? Berapa banyak agenda bukber kali ini?
Sumber: netrawarga.com, pekatpkm.my.id, klikdokter.com, kompas.tv
Peneliti: Dafina Marisa/Magang
Redaktur: Sri Wahyuni/Suaka

