
Judul: I WANT TO DIE BUT I WANNA EAT TTEOKPOKKI
Penulis: Baek Se Hee
Penerjemah: Lovita Cendana
Penerbit: PT Haru Media Sejahtera
Cetakan dan tahun terbit: Cetakan kesebelas, september 2020
Jumlah halaman: 236 halaman
ISBN: 978-623-7351-03-0
FRESH.SUAKAONLINE.COM-Pernahkan Freshreader merasa lelah, muak dengan dunia dan seisinya, atau bahkan ingin mengakhiri hidup? Tapi apa benar kamu ingin mati? Bukan ingin istirahat sejenak atau menikmati jajanan kaki lima? Baek Se Hee, penulis asal negeri ginseng menceritakan kisahnya selama masa pengobatan depresi.
Melalui bukunya, ia menceritakan masalah yang dialaminya. Yang mungkin pernah kita alami atau ada disekitar kita. Mulai dari kurangnya rasa percaya diri, rasa ingin diperhatikan, muak dengan standar kecantikan di masyarakat, bahkan kisah cintanya dengan sang pacar, dan masih banyak lagi.
Salah satu hal yang menarik dalam buku ini adalah saat ia merasa insecure. Ya! perasaan yang sering dialami pada dewasa ini. Meski kita tidak peduli dengan warna kulit, tak peduli gemuk atau jelek, nyatanya, dalam kehidupan sosial, orang-orang terbagi dalam beberapa kategori sesuai dengan bentuk tubuh dan wajahnya.
Pada beberapa daerah, kecantikan seseorang ditandai dengan tubuh ramping, hidung mancung dan berkulit putih. Sehingga tidak sedikit orang yang mengalami diskriminasi hanya karena tidak memenuhi standar masyarakat. “Padahal menurutku, pihak yang salah adalah orang-orang yang memandang rendah orang lain yang tidak sesuai dengan standar yang berlaku” (hlm 154)
Menyebalkan bukan? padahal, “hanya ada satu ‘aku’ di dunia. Dengan begitu, aku adalah sesuatu yang amat spesial” (hlm 111). Lupakan semua hal yang berujung pada penilaian penampilan. Sudah seharusnya ‘aku’ lebih sering melihat ke dalam diri sendiri, menerima banyak kasih sayang dan kehangatan. Tak apa jika tak memenuhi semua ekspektasi orang.
Setiap orang miliki kekurangan dan kelebihannya sendiri kan? Tapi apakah kita bisa jujur dengan kekurangan yang kita miliki? Mungkin kamu akan merasa malu. Memaksakan orang lain atau diri sendiri untuk jujur itu tidak baik. Tapi, setelah jujur rasanya akan sangat lega. Maka, percaya dirilah!
Soal hubungan, ia merasa banyak menyembunyikan sesuatu dalam dirinya. Sang penulis berpesan “aku harap orang-orang yang mengalami keretakan dalam hubungan gara-gara merasa diremehkan, direndahkan atau diabaikan seperti diriku bisa membaca buku ini”(hlm 121). Tentu saja akan ada banyak perbedaan dalam suatu hubungan. Meski begitu, janganlah menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk mengakhiri hubungan.
Pada halaman awal, terdapat beberapa istilah yang berkaitan dengan depresi. Kalian tidak perlu khawatir karena dalam buku ini terdapat penjelasan mengenai istilah-istilah psikiatri, jadi ga perlu ribet buka google dulu. Disajikan dalam bentuk tanya jawab dengan sang dokter memang bikin sedikit jenuh.
Tapi setelah mulai membacanya kamu mungkin akan berpikir “ah! ini sangat cocok dengan keadaanku” atau “wah ternyata aku tidak sendiri” sampai-sampai freshreader ga sadar udah baca semua halamannya. Buku best seller ini cocok banget buat kamu yang kurang percaya diri, dan overthinking. Sebelum membaca, pastikan dulu umur kalian diatas 17 tahun yaaa.
Fresh Crew : Zahra Nayla febriani/Suaka
Redaktur : Raissa Shahifatillah/Suaka

