
FRESH.SUAKAONLINE, Freshgrafis– Fenomena Spirit Doll atau Boneka Arwah sedang menjadi topik yang hangat diperbincangkan akhir-akhir ini di Indonesia. Banyak orang bahkan public figure mengadopsi dan memperlakukan boneka ini layaknya bayi sungguhan. Banyak alasan yang melatarbelakangi periaku ini, salah satunya adalah sebagai sarana menyembuhkan kejiwaan. Namun apakah benar demikian?
Sebelum itu kita akan bahas dulu apa sih spirit doll? Spirit doll adalah boneka yang biasa digunakan pada kegiatan yang berkaitan dengan hal-hal spiritual atau ritual keagamaan seperti doa dan meditasi. Boneka ini sering diletakkan di altar, digunakan di geraja atau menjadi objek pengabdian. Boneka arwah dapat berupa patung tokoh suci, leluhur, malaikat, dewa dan dewi.
Belakangan, spirit doll yang populer dan banyak dimiliki adalah boneka yang menyerupai bayi dan dirawat seperti manusia. Spirit doll ini pun digunakan sebagai metode penyembuhan atau healing. Proses penyembuhan ini dilakukan dengan membuat sendiri spirit doll sesuai dengan keinginan. Proses membuat dan merawat boneka ini diyakini dapat menyembuhkan luka batin seseorang.
Hal tersebut tidak dapat dipungkiri benar adanya. Menurut sejumlah penelitian tentang terapi boneka untuk demensia, ditemukan bahwa terapi ini dapat mengurangi rasa marah, perilaku obsesif, risau, dan suasana hati negatif, serta meningkatkan kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain.
Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2018 di International Journal of Geriatric Psychiatry juga menyimpulkan bahwa terapi boneka secara signifikan mampu mengurangi rasa gelisah dan gangguan perilaku pada pengidap demensia sedang hingga berat. Namun, hal ini berlaku jika pengadopsi boneka arwah masih dapat menjalani hidup dengan normal sehingga tidak menimbulkan halusinasi dan delusi.
Lain hal jika boneka arwah ini kemudian menimbulkan halusinasi dan delusi sampai pemiliknya sulit membedakan realita. Apalagi ditambah dengan pemilik tidak dapat meninggalkan spirit dollnya. Ia menjadi sangat tergantung kestabilan emosinya dengan kehadiran spirit doll tersebut, menjauh dan menghindari interaksi dengan orang lain, dan mulai meninggalkan tugas dan tanggung jawab kehidupannya. Kalau sudah begini, baiknya segera ditangani dengan bantuan ahli ya freshreader.
Perlu diingat bahwa setiap orang punya kapasitas psikologis yang berbeda. Sehingga kemampuan bertahan menghadapi persoalaan tiap orang juga berbeda. Ketika dihapdapkan pada situasi yang tidak mampu ditangani, seseorang akan memilih cara-cara tertentu untuk menguatkan dirinya. Salah satunya menggunakan alat bantu seperti spirit doll.
Tak ada yang salah dengan berusaha ‘untuk bertahan’. Namun jangan sampai dalam proses itu malah memunculkan masalah lain dan mengganggu keefektifan hidup. It’s okay not to be okay.
Peniliti: Nurhasanah/Suaka
Sumber: idntimes.com, uns.ac.id, cnn.indonesia

