Quarter Life Crisis: Sudah Benarkah Pilihan yang Kita Ambil?

- Advertisement -

FRESH.SUAKAONLINE.COM, Freshgrafis- Hai Fresh Reader! Lagi bingung dan galau soal masa depan? Atau mungkin merasa hal yang selama ini kamu lakukan ternyata tidak sesuai dengan keinginanmu? Mungkin kamu lagi mengalami yang namanya Quarter Life Crisis yang umumnya dialami oleh seseorang yang beranjak dewasa. Nah, buat tahu informasi selengkapnya cek tulisan dibawah ya!

Profesor Psikologi di Universitas Greenwich, Dr. Oliver Robinson menjelaskan pada saat seseorang beranjak pada usia 20-an, baik secara sadar maupun tidak sadar seseorang akan mengalami bermacam kondisi emosional. Ini dikarenakan pada saat itu adalah masa peralihan dari remaja menuju dewasa. Pada masa ini individu mulai merencanakan tujuan hidup dan masa depan, sehingga masa transisi remaja menuju dewasa menjadi sangat unik dan dipenuhi oleh drama-drama kehidupan.

Dalam proses menuju dewasa itu, tidak semua orang menjalaninya dengan mulus. Pada beberapa keadaan, seseorang dihadapkan oleh krisis yang terjadi akibat tekanan yang dihadapi baik dari diri sendiri maupun lingkungan, belum memiliki tujuan hidup yang jelas sesuai dengan nilai yang diyakini, serta banyak pilihan dan kemungkinan, sehingga mengalami kebingungan untuk memilih yang kemudian dikenal sebagai Quarter Life Crisis.

Beberapa aspek yang menjadi pemicu Quarter Life Crisis umumnya berkaitan dengan karier, hubungan antar manusia, hingga keinginan untuk memiliki properti sendiri. Biasanya setelah lulus kuliah dan mulai menapaki karier, kebingungan tentang pilihan-pilihan yang harus diambil mulai muncul. Seperti ‘Apa yang harus dilakukan selanjutnya?’, ‘Langkah yang diambil sudah tepat atau belum?’.

Saat seseorang mengalami quater life crisis, terdapat lima fase yang menjadi penyebabnya, antara lain: fase pertama, yaitu keadaan dimana seseorang merasa terjebak dengan runititas yang dijalaninya. Misalnya hubungan pertemanan dan pilihan yang karier yang diambil mulai terasa membosankan dan kehilangan motivasi untuk menjalaninya.

Fase kedua, setelah mengalami rasa bosan akibat terjebak dalam rutinitas, maka akan muncul dorongan kuat untuk keluar dari zona itu dan mencoba hal-hal baru di luar itu yang lebih menarik. Fase ketiga, memberanikan diri untuk mengambil keputusan untuk mencoba hal baru. Di fase ini seseorang mungkin akan memutuskan hubungan dengan teman yang tidak sejalan dengan dirinya sampai keluar dari pekerjaan

Fase keempat, setelah mengalami perubahan ekstrim dalam melepaskan beberapa hal yang biasa ada dalam hidup, maka saatnya menata ulang. Mulai dari menentukan prioritas dan hal lainnya. Pada fase ini juga, mungkin akan muncul penyesalan karena harus melepaskan, tapi harus diingat bahwa hidup adalah pilihan ya freshreader. Akhirnya pada fase kelima kita cenderung siap untuk melangkah maju dan menjalani kegiatan sesuai dengan keinginan.

Namun, beberapa hal berikut bisa kamu coba untuk keluar dari keadaan Quarter Life Crisis, diantaranya: Berhenti membandingkan pencapaian orang lain dengan diri sendiri, percayalah bahwa setiap orang pasti memiliki masalahnya sendiri; Kejar apa yang ingin kamu capai, alih-alih membandingkan diri dengan orang lain, mulailah fokus pada diri sendiri; Stop keraguan dan ketakutan yang kamu miliki sebelum memulai, dan coba untuk mengerjakannya terlebih dahulu, karena belum tentu ketakutan itu akan terjadi;

Agar bisa bertahan dari quarter life crisis, kamu perlu menemukan orang yang tepat untuk mendukung perjalanan hidup kamu, yang membuat kamu merasa termotivasi dan terinspirasi, seperti bergabung di komunitas tertentu; Cobalah beri diri sendiri waktu untuk makan enak, bertemu teman, bermeditasi, menulis di jurnal, atau berolahraga. Itu dia beberapa tips dari fresh crew untuk kamu yang mungkin sedang mengalami Quater Life Crisis. Mari saling menguatkan dan raih masa depan yang lebih baik!

Peneliti: Rini Zulianti/Suaka

Sumber: halodoc.com, tirto.id, satupersen.net, dan beberapa jurnal ilmiah

Latest articles

Related articles