Makna Dibalik Tradisi Tujuh Belasan

- Advertisement -

FRESH.SUAKAONLINE.COM, Freshgrafis – “Indonesia bukan sekadar nama. Ada kenangan, cinta dan luka di sana”. Menyatakan kemerdekaan ini tentu tidak mudah karena bangsa Indonesia harus mengalami penjajahan dari Belanda dan Jepang selama bertahun-tahun. Hari Kemerdekaan Indonesia menjadi hari bersejarah untuk masyarakat Indonesia dan tepat hari ini Bangsa Indonesia sedang memperingati HUT ke-75 Kemerdekaan RI.

Dari tahun ke tahun, warga Indonesia punya cara tersendiri untuk memperingati hari kemerdekaan. Biasanya diadakan beberapa kegiatan simbolis seperti upacara pengibaran bendera mera putih dan jangan lupa hal yang melekat banget nih kalau sudah memasuki bulan agustus yaitu lomba-lomba 17an. Mulai dari tarik tambang, panjat pinang, balap karung dan masih banyak lagi.

Menurut sejarawan JJ Rizal, tradisi lomba ini dimulai pada tahun 1950-an. Kala itu masyarakat ingin memeriahkan perayaan HUT RI dengan cara yang menyenangkan. Meskipun asik dan menyenangkan, lomba tujuhbelasan ini diadakan bukan tanpa makna lho, ternyata lomba-lomba tersebut mempunyai filosofi tersendiri. Dari mulai menggambarkan kesulitan pangan, kegigihan, kerja keras, sampai  semangat gotong royong.

Seiring berkembangnya zaman, semakin beragam juga lomba 17 Agustus yang diadakan. Banyak juga lomba yang kreatif dan menarik seperti lomba gigit koin, menirukan Soekarno, bakiak dangdut, fashion show dan masih banyak lagi. Ternyata, dibalik gelak tawa dan keceriaan saat lomba 17 Agustus diadakan, terdapat makna yang begitu dalam untuk mengenang jasa para Pahlawan dan juga masyarakat yang hidup pada zaman penjajahan yaa Fresh Reader.

Namun perayaan HUT RI ke-75 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, bangsa Indonesia merayakan peringatan tersebut dalam suasana pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhirnya. Tradisi perlombaan yang biasa dilakukan setiap tahunnya tidak akan serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Meskipun begitu kita harus tetap memupuk rasa nasionalis dalam hati, menghargai jasa rakyat Indonesia dahulu dan juga lebih bersyukur dengan keadaan Indonesia saat ini. Dirgahayu Indonesiaku.

Fresh Crew : Anita Dewi/Magang

Editor Fresh : Bestari Saniya

Latest articles

Related articles