Tetap Menjaga Mimpi dalam Proses Pendewasaan

- Advertisement -
doc.net

Judul Buku               :  Sebatas Mimpi: Inginku, bukan lagi harapmu

Penulis                      : Stefani Bella

Penerbit                     : GagasMedia

Cetakan   : Pertama, 2017

Jumlah halaman        : x + 210 halaman

ISBN                         : 978-979-780-885-3

Berapa banyak dari kita yang ternyata membawa ribuan beban di pundak, tapi tak pernah tampak terbebani? Berapa banyak dari kita yang membawa beban yang tak begitu banyak di pundak, tetapi terlampau sering mengeluhkan? (hal 185)

FRESHSUAKA.ONLINE.COM – Stefani Bella atau yang biasa dikenal dengan nama pena Hujan Mimpi a.k.a Janpi merupakan seorang penulis yang telah menerbitkan beberapa karyanya, salah satunya adalah Novel Kala yang berkolaborasi dengan Syahid Muhammad. Dan kali ini, ia menuangkan puisi-puisi indahnya dalam buku Sebatas Mimpi: Inginku, bukan lagi harapmu.

Dalam bukunya ini, Bella tidak hanya melulu membahas mengenai masalah percintaan seperti harapan, keresahan, jatuh cinta dan juga perpisahan, tetapi banyak sekali renungan-renungan kehidupan yang sangat cocok dan sangat relate dengan kehidupan kita. Salah satunya pada bab yang ia beri judul “Sebuah Renungan”.

 Pada bab tersebut Bella mencoba menjelaskan bahwa dalam kehidupan yang sedang kita jalani ini ternyata bukan melulu tentang seberapa banyak hal yang sudah kita capai, melainkan sudah saatnya kita berhenti mengeluh dan terbiasa untuk selalu bersyukur. Kadang juga, kita terlalu sering bersedih ketika dihadapkan dengan kehilangan, padahal ada hal lain yang perlu kita persiapkan untuk menyambutnya yaitu sesuatu yang baru, entah itu orang baru ataupun hal-hal baru yang sudah menanti.

            Apa yang tertulis di buku itu sangat relate dengan apa yang biasa dialami, seperti ketika merasa kecewa, tak ada yang bisa memahami kekecewaan tersebut selain diri sendiri. Kemudian orang-orang di hidup ini seakan-akan seperti “datang saat mereka tak mau mendengar, lalu pergi ketika mereka selalu melihat” atau datang ketika butuh saja. Namun bahwasannya mendengar dan didengar porsinya tidak pernah seimbang, mungkin terkadang seseorang terlalu banyak memberikan waktu bagi orang lain untuk terus berbicara hingga lupa untuk lebih mengenal diri sendiri terlebih dahulu.

“ada banyak hal yang bisa hilang di sepanjang perjalanan, ada banyak hal yang bisa terlupakan ketika sejengkal melangkah. Semoga kamu tak pernah kehilangan dirimu ketika sedang melalui proses berjalan. Karena setiap kita selalu punya mimpi. Biarkan dia tetap menemani, bersama rinai hujan yang jatuh membasahi bumi” (hujanmimpi.tumblr.com)

Buku ini berisi tentang kumpulan mimpi-mimpi yang dikemas dalam gaya puitis oleh Stefani Bella. Nuansa romansa yang tidak berlebihan membuat buku ini cocok dibaca oleh kalangan muda, yang tak jarang kehilangan diri kita sendiri ketika dalam proses pendewasaan. Gambar tema buku yang bernuansa modern dan bahasan yang ditawarkan dalam setiap babnya berbeda-beda membuat buku ini tidak membosankan untuk dibaca. Bella juga selalu menyisipkan quotes disetiap akhir bab sebagai pendongkrak motivasi dan semangat untuk para pembacanya.

Kekurangan dari buku ini ialah terdapat kata-kata yang cukup sulit dipahami oleh orang-orang awam. Namun meski begitu, buku ini lagi-lagi sangat cocok untuk dibaca disaat kita sedang mengalami kegalauan, keresahan, dan mungkin hampir kehilangan harapan.

“ Jangan membandingkan beban sendiri dengan beban orang lain, sebab kita tak pernah benar-benar tahu seberapa berat beban yang dipikul seseorang. Yang terlihat tak selalu sama dengan apa yang terjadi. Karena bersyukur atas apa-apa yang sudah dan telah dilewati itu adalah kewajiban, kan? Untuk berbuat kebaikan pun hanya perlu diawali dengan melangkah, bukan?” (hal 186).

Penulis: Mega Lestari/Kontributor

Redaktur : Raissa Shahifatillah/Suaka

Latest articles

Related articles