
FRESH.SUAKAONLINE.COM- Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan, cara berpakaian turut diperhatikan sebagai bagian dari identitas diri. Bagi mahasiswi muslimah, pemilihan hijab menjadi suatu tantangan dalam berpakaian, tentang bagaimana caranya menyeimbangkan penampilan dan kenyamanan.
Seiring dengan perkembangan zaman, gaya hijab pun ikut berkembang. Perubahan tersebut juga terlihat di lingkungan kampus. Jika dahulu hijab hanya digunakan sebagai penutup kepala, kini banyak item hijab yang menjadi tren sehingga mahasiswi muslimah bisa tampil stylish tanpa meninggalkan hijabnya.
Perkembangan hijab di indonesia memiliki perjalanan yang cukup panjang. Di era sebelum kemerdekaan dan di awal masa kemerdekaan, hijab yang digunakan berupa kain panjang yang disampirkan di kepala, namun bagian leher masih kelihatan. Memasuki masa orde lama, hijab lebih banyak dikenakan oleh santriwati dengan model segiempat yang dilipat sederhana dan diberi peniti di bawah dagu.

Kemudian, pada masa orde baru, sempat terjadi pembatasan penggunaan hijab dengan adanya larangan penggunaan hijab di sekolah negeri. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pada saat itu, hijab belum sepenuhnya diterima di ruang publik dan masih dianggap sebagai sesuatu yang asing. Keadaan akhirnya berubah pada era reformasi. Kebijakan tentang pelarangan hijab dicabut. Sejak saat itu, hijab mengalami perkembangan yang cukup signifikan.
Perkembangan tersebut terlihat pada gaya hijab di tahun 1990-an yang masih mempertahankan kesederhanaannya, namun mulai ditambahkan ciput sebelum kain hijab disematkan dengan peniti di bawah dagu. Memasuki tahun 2000-an, hijab bergeser menjadi model ikat ke bagian belakang leher. Gaya tersebut cukup populer karena dianggap praktis dan mudah ditiru. Apakah Fresh Reader pernah mencoba gaya hijab ini?

Memasuki tahun 2010-an, tren hijab semakin bervariasi. Banyak fashion designer muslimah yang memperkenalkan hijab dengan berbagai motif dan gaya. Merujuk pada penelitian Salamah dkk. (2023), hijab bahkan dijadikan sebagai ajang fashion yang setiap tahunnya mengalami perubahan-perubahan gaya. Fenomena ini terlihat jelas pada tahun 2011 hingga 2016, dimana wanita muslimah memakai gaya hijab dengan cara melilitkan kain di kepala berkali-kali.

Beralih ke era 2020-an, tren hijab masa kini yang mulai lebih mengutamakan fungsi dan kenyamanan. Mengutip dari All Things Beauty, inovasi gaya hijab saat ini mengedepankan aspek praktis tapi tetap stylish. Gaya hijab yang penuh jarum pentul dan bertumpuk mulai ditinggalkan. Hal ini pas banget dengan kehidupan kita sebagai mahasiswi muslimah terutama di lingkungan kampus yang menuntut kita untuk selalu aktif.
Selain model hijab, bahan hijab di era sekarang pun sangat bervariasi. Pilihan bahan yang tepat tentunya menjadi kunci utama untuk merasa nyaman dengan hijab sepanjang hari. Untuk model segiempat, kain-kain seperti voal, paris premium, dan polycotton kini jadi pilihan favorit karena bahannya yang ringan dan nggak bikin gerah. Namun, pilihan mahasiswi muslimah tidak berhenti disitu saja.
Tren pashmina pun kini hadir dengan beragam bahan yang sangat populer. Selain bahan ceruty, kain kaos rayon atau jersey sering jadi andalan karena memberikan sensasi adem. Selain itu, ada juga pashmina crinkle yang mudah ditata tanpa harus disetrika. Bahan lain yang tak kalah populer adalah silk yang halus dan mengkilap, biasanya digunakan untuk acara-acara formal. Fresh reader pasti punya salah satu dari koleksi bahan diatas, bukan?
Kepraktisan pun terus berlanjut dengan banyaknya model hijab instan atau pashmina inner. Dengan model hijab tersebut, kita tidak butuh waktu banyak untuk styling tapi tetap rapi dan nyaman untuk dipakai di berbagai aktivitas. Fleksibilitas ini lah yang membuat kita leluasa dalam menjalani hari.

Pada akhirnya, hijab bukan hanya sekadar kain penutup kepala, tetapi juga bagian dari identitas dan cara mengekspresikan diri. Perkembangan tren hijab menunjukkan bahwa kenyamanan dan gaya dapat berjalan beriringan. Dengan berbagai pilihan model dan bahan yang tersedia, Fresh Reader bisa menyesuaikan hijab dengan aktivitas sehari-hari tanpa harus meninggalkan gaya personal.
Fresh Crew: Meyliana Sofiyanti/Magang
Editor Fresh: Nabila Rahma Hidayat/Suaka

