Kekuatan Solidaritas dalam Balutan Fashion Keffiyeh

- Advertisement -
Toronto Star

FRESH.SUAKAONLINE.COM – Pernah nggak, sih, Fresh Reader lihat orang datang ke acara bukber, ke kampus, atau datang ke suatu aksi pakai kain bermotif kotak hitam putih yang dililit di leher atau di kepala? Kadang dipadu sama gamis polos panjang, kadang juga cuma dipakein santai di pundak dengan style yang sederhana. Keliatannya tetap simpel, tapi catchy!

Nah, tren ini makin sering muncul di media sosial. Bahkan, model dan selebritas terkenal seperti Bella Hadid  dan Kehlani pernah pakai kain ini. Penampilan mereka ramai dibicarakan di media sosial, bahkan menginspirasi banyak orang terutama anak muda. Tapi, tahu enggak, sih, kalau kain yang lagi hits ini punya nama dan sejarah panjang di balik motifnya? Yap! itu keffiyeh, kain khas Palestina yang nggak cuma punya nilai fashion aja, tapi juga punya makna perjuangan di perjalanannya.

Dilansir dari kompas.com, asalnya, keffiyeh dikenal juga dengan sebutan shemagh atau hattah. Kain persegi dari bahan katun ini awalnya dipakai masyarakat Arab buat melindungi kepala dari panas dan debu gurun. Secara harfiah, keffiyeh berarti “berkaitan dengan Kuffah,” nama kota di Irak yang jadi lokasi pertempuran antara pasukan Arab dan Persia pada abad ke-7. Dahulu, prajurit Arab mengenakan penutup kepala yang diikat dengan tali dari bulu unta sebagai tanda pengenal. Seusai meraih kemenangan, kain tersebut tetap digunakan sebagai lambang kejayaan.

Pada masa-masa berikutnya, keffiyeh jadi bagian dari keseharian rakyat Palestina dan Suku Bedouin. Tapi, maknanya berubah ketika pejuang Palestina mengenakannya untuk menutupi wajah selama pemberontakan melawan kolonial Inggris pada 1936–1939. Sejak itu, keffiyeh bukan cuma kain pelindung, tetapi juga simbol perlawanan dan solidaritas rakyat Palestina yang terus hidup sampai sekarang.

Nah, pernah gak kalian perhatiin motif yang ada di kain keffiyeh? Ternyata, tiap-tiap corak yang ada pada keffiyeh memiliki makna yang menarik, loh! Jadi, dilansir dari cnnindonesia.com dan kompas.com, pola jaring kotak-kotak di kain ini melambangkan hubungan rakyat Palestina dengan Laut Mediterania. Di bawah motif jaring itu ada garis tebal yang menggambarkan jalur perdagangan yang dulu melintasi Palestina, sementara di bagian paling bawah, motif daun zaitun jadi simbol kekuatan dan keteguhan rakyatnya.

Makna yang makin kuat waktu Presiden Yasser Arafat mulai pakai keffiyeh di berbagai acara publik pada 1960-an, bikin kain ini resmi diakui dunia sebagai simbol identitas dan perlawanan Palestina. Sekarang, makna dan sejarah panjang dari keffiyeh itu justru bertransisi menjadi  sebuah tren lewat dunia fashion. Banyak orang yang pakai bukan cuma buat menunjukkan kepedulian sosial, tapi juga karena desainnya yang gampang dipadu-padankan. Dari aksi sampai catwalk, keffiyeh ini bisa hadir dalam berbagai style.

Fresh Reader bisa pakai kain keffiyeh buat style yang gak cuma beragam dan ikonik, tapi juga simbolis. Menurut kufiya.org, ada beragam gaya berbeda mengenakan keffiyeh, termasuk gaya yang cocok buat dipakai mahasiswa di iklim tropis kaya kita. Mulai dari lilitan leher kasual, wrap neck yang rapi, sampai gaya yang menutup kepala dan wajah. Semuanya bisa dipakai sesuai situasi dan selera!

Menariknya, keffiyeh ini nggak kenal batas gender. Baik perempuan maupun laki-laki bisa tampil stylish dengan cara mereka masing-masing. Kalau Fresh Reader mau tampil santai ke kampus, cukup pakai keffiyeh sebagai syal yang melingkar di leher, bisa dipadukan dengan kemeja, outer, atau jaket denim. Kesannya simpel tapi tetap punya ciri khas.

Untuk suasana agak formal dan keliatan lebih rapi, Fresh Reader bisa pakai gaya tidy wrap atau wrap yang menyilang di bahu agar kainnya tetap rapi dan tertata, bisa dipadu dengan gamis polos panjang atau dengan blazer. Ada juga gaya ala head dan face wrapped kalau mau tampilannya lebih autentik dan penuh makna. Semua gaya itu bisa jadi opsi buat Fresh Reader yang mau tampil beda. Tinggal disesuaikan aja sama karakter dan suasana yang kamu mau. Wah! Menarik banget ya?

Ilustrasi: kufiya.org

Kalau mau gaya keffiyeh yang sat-set, buat perempuan bisa banget tinggal pake pashmina atau kerudung segiempat dengan motif keffiyeh. Di era sekarang, kerudung dengan motif tersebut sudah banyak dijual di pasaran. Pashmina atau kerudung segiempat dengan motif keffiyeh paling cocok dipadu-padankan dengan gamis atau baju polos berwarna hitam atau abu-abu.

Gaya keffiyeh ghutra pasti cakep dipake laki-laki, apalagi buat kuliah di hari Jumat yang diselingi waktu salat Jumat. Ghutra adalah penutup kepala tradisional yang biasa dikenakan pria di Timur Tenga. Jika ditilik dari asalnya, ghutra berfungsi melindungi kepala dari terik matahari, debu, dan pasir di daerah beriklim kering. Kini, tutorial mengenakan ghutra sudah banyak berseliweran di internet. Fresh Reader yang pengen tampil simbolis dan terlindungi dari terik matahari dalam perjalanan ke kampus atau ke masjid jadi bisa coba gaya ini!

Ilustrasi: kufiya.org

Ternyata sebuah kain sederhana bisa mempersatukan gaya dari berbagai sisi, sekaligus jadi simbol makna yang kuat. Jadi, gaya mana nih yang paling menggambarkan diri kamu banget? Apa pun pilihannya, yang penting tetap nyaman dan sopan. Dengan keffiyeh ini, kita bisa menunjukkan solidaritas dalam balutan gaya berpakaian yang mudah ditangkap pandangan siapa saja.

Sumber: kompas.com, cnnindonesia.com, kufiya.org, idntimes.com.

Fresh Crew: Farhah Sonia Qudsi/Suaka

Editor Fresh: Hanifah Flora Reine/Suaka

Latest articles

Related articles