Cerita Mengharap Warisan yang Mengaduk Perasaan

- Advertisement -
doc.net

Judul: How to Make Millions Before Grandma Dies

Sutradara: Pat Bonnitipat

Produser: Vanridee Pongsittisak dan Jira Maligool

Penulis Skenario: Thodsapon Thiptinnakorn

Genre: Drama, Komedi

Tanggal Rilis: 15 Mei 2024

Durasi: 127 Menit

Pemeran: Billkin Putthipong, Usha Seamkhum, Sanya Kunakorn, Sarinrat Thomas, Pongsatorn Jongwilas, Duangporn Oapirat, Himawari Tajiri, dan Tontawan Tantivejakul.

FRESHSUAKA.ONLINE.COM – Zaman sekarang, siapa orang yang tidak tertarik dengan harta warisan? Apalagi ketika nilai kekayaannya tidak main-main. Nah, permasalahan yang mungkin jarang dibicarakan publik ini yang tersaji dalam film How to Make Milions Before Grandma Dies. Film ini menceritakan seorang cucu bernama M yang merawat neneknya dengan niat tersembunyi, yaitu mengincar warisannnya. Walaupun bersifat fiksional, kisah film ini lahir dari pengalaman keluarga yang sering ditemui di kehidupan sehari-hari.

Film drama komedi keluarga asal Thailand tahun 2024 ini disutradarai oleh Pat Boonnitipat, sutradara yang mengawali karirnya di bidang sinematografi. Tak ayal karya How to Make Million Before Grandma Dies ini berhasil memecahkan rekor box office, memenangkan penghargaan di Festival Film Asia New York, dan menjadi film berbahasa Thailand dengan pendapatan tertinggi pada tahun 2024.

Cerita bermula ketika M, seorang pemuda pengangguran yang tidak melanjutkan kuliah, mengunjungi rumah duka saudaranya. Ia melihat sepupu perempuannya mendapatkan harta warisan yang banyak setelah merawat mendiang kakeknya ketika masih hidup. Pada saat itulah ia ingin merawat neneknya, Amah, yang menderita penyakit kanker stadium akhir dengan mengharap imbalan harta warisan.

M mulai mencoba merebut hati Amah. Berbagai usaha dia lakukan, seperti membantu pekerjaan rumah, membantu berdagang, dan menemani berobat. Bahkan M rela menginap di rumah Amah untuk mendapatkan perhatian. Namun, hari demi hari berlalu, usahanya belum membuahkan hasil. Amah adalah orang yang tangguh, berani, dan rajin sehingga sudah terbiasa hidup sendiri. Karakter Amah membuatnya tak mudah memberi perhatian lebih pada M begitu saja.

M lalu menghadapi tantangan lain. Ternyata bukan hanya dia yang ingin harta warisan Amah, tetapi pamannya, Kiang, memiliki tujuan sama sepertinya. Ia semakin berusaha sebelum Amah menghembuskan napas terakhir. Di sisi lain, Amah semakin terbiasa dengan kehadiran M. Namun, waktu terus berjalan, kondisi Amah menurun, dan kebusukan sanak saudara M mulai terungkap. Akankah niat bulus M berubah sebelum semuanya terlambat?

Akting para pemeran sukses menggugah hati penonton. Dinamika antara M, anak muda yang masih mudah sakit hati, dan Amah, nenek yang cenderung pemarah, menjadi hubungan yang menghangat perlahan seiring berjalannya film. Interaksi M dan Amah pun membuat performance pemain film terasa relate dengan keseharian khas keluarga di negara Asia yang umumnya lebih gengsi dalam menunjukkan kasih sayang.

Koneksi antara film dengan penonton pun turut disampaikan sinematografi yang bersahaja. Dengan pendekatan naturalistiknya, film ini memberikan gambaran yang elegan dan asli tentang kehidupan sehari-hari di Thailand dengan jalanannya yang ramai dah rumah-rumah yang sunyi, menghindari pendekatan yang terlalu dipaksakan.

Sinema ini akan mengajarkan kita tentang nilai bertanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dengan cara yang menyenangkan dan tetap menyentuh hari. Warisan bukanlah barang atau uang yang banyak, melainkan kenangan, kesan, dan kasih sayang yang bisa kita ingat. Dari film ini, kita belajar bahwa walaupun semula ada niat jahat, bukan sesuatu yang mustahil bagi kita berubah menjadi orang yang lebih baik sebelum terlambat.

Alur cerita How to Make Millions Before Grandma Dies memang bukan suatu runtutan kisah yang penuh kejutan dan terbilang mudah diprediksi. Namun, semua itu tak akan terasa oleh kelembutan dan kesederhanaan cerita yang mengajarkan ketulusan seiring dengan kebersamaan.

Keseluruhan film memberikan kesan yang kuat, membuat How to Make Millions Before Grandma Dies menjadi tontonan yang benar-benar menyentuh dan berkesan. Rating-nya saja di angka 7,9/10 menurut situs IMDb dan meraih nilai 98% di situs Rotten Tomatoes. Alurnya yang lambat malah menambah intensitas emosional dan membuat ceritanya terasa lebih mendalam.

Fresh Crew: Nurul Hikmah Azzahro/Suaka

Editor Fresh: Hanifah Flora Reine/Suaka

Latest articles

Related articles