Tradisi Penuh Makna dalam Perayaan Tahun Baru Imlek

- Advertisement -

FRESH.SUAKAONLINE.COM – Halooo Fresh Reader! Kalian pasti sudah tau kan dengan perayaan yang berasal dari negeri Tiongkok, yaitu hari raya Imlek. Saat ini, mungkin perayaan tahun baru Imlek menjadi salah satu perayaan terbesar di dunia. Perayaan hari raya Imlek bukan hanya pertunjukan barongsai atau hiasan-hiasan lampion warna merah, tetapi juga banyak tradisi bermakna yang dilakukan dari sebelum hingga sesudah hari raya Imlek.

Di negara yang mempunyai penduduk mayoritas suku Tionghoa, perayaan Imlek dirayakan selama 15 hari. Di Indonesia, meskipun hanya ada satu hari libur, dari waktu ke waktu selalu ada perayaan Imlek, misalnya pertunjukan barongsai untuk masyarakat umum.

Selain itu, di Indonesia, masyarakat Tionghoa juga merayakan hari raya Imlek dengan meriah. Banyak acara digelar, dari parade barongsai hingga festival kebudayaan Tionghoa yang sudah berasimilasi dengan kebudayaan lokal. Selain itu, teman, kolega juga terbiasa saling mengirimkan ucapan selamat Imlek.

Ada yang unik nih dari perayaan hari raya Imlek ini. Banyak tradisi yang dilakukan sebelum dan pada saat hari raya Imlek. Nah apa saja sih tradisinya itu? Dari pada penasaran, yuk langsung kita bahas.

Mudik menjadi sebuah tradisi pada hari raya Imlek. Tradisi ini adalah pergerakan manusia terbesar di dunia. Sebelum hari raya Imlek, mereka yang merayakan akan berusaha untuk mudik ke daerah asalnya, agar bisa berkumpul dengan keluarga dan teman di hari raya Imlek.

Tradisi Imlek selanjutnya adalah makan malam bersama keluarga, yaitu memberi penghormatan kepada leluhur merupakan tradisi yang tidak bisa dilepaskan dari hari raya Imlek. Tradisi ini sudah berlangsung selama 3800 tahun loh. Oleh karenanya, sebelum hari raya Imlek, untuk bisa merayakan Imlek akan berusaha untuk mudik.

Selanjutnya tradisi membersihkan rumah. Menyapu lantai, menggosok rumah hingga bersih dilakukan sebagai ritual sebelum hari raya Imlek. Pada saat hari raya Imleknya, semua kegiatan membersihkan rumah harus berhenti. Adalah pantangan membersihkan rumah di hari raya Imlek, karena menurut kepercayaan masyarakat Tiongkok, yang mungkin juga akan menyapu keberuntungan keluar rumah.

Mungkin tradisi ini terdengar sederhana, tapi jangan salah, menurut kepercayaan mereka bahwa membersihkan rumah ini diartikan dengan memulai lagi dengan hal baru di tahun baru Imlek dan juga diartikan membersihkan segala ketidakberuntungan yang terjadi pada tahun lalu.

Sama halnya seperti membersihkan rumah, memakai baju baru di hari raya Imlek menandakan memulai lagi dengan yang baru. Sama halnya dengan perayaan Imlek yang identik dengan warna merahnya. Ternyata warna tersebut melambangkan keberuntungan dan kemapanan. Maka tidak mengherankan jika pernak-pernik yang digunakan ketika perayaan Imlek ini penuh dengan nuansa merah nih Fresh Reader.

Selanjutnya ada tradisi makan malam bersama. Bukan hanya makan malam biasa, tetapi bisa diartikan sebagai pesta makan malam bersama dengan keluarga besar. Makanan yang disajikan pun biasanya mempunyai makna dan doa keluarga di tahun yang baru.

Akan terasa kurang jika sebuah perayaan tanpa makanan bukan? Ada beberapa sajian yang biasanya ada di makan malam hari raya Imlek beserta maknanya. Antara lain yaitu kue keranjang, hanya dibuat setahun sekali, yaitu pada hari raya Imlek. Kue keranjang berbahan dasar ketan dan gula merah, yang dibentuk bulat. Penyajiannya diatur secara bersusun yang bermakna agar mendapat kemakmuran. Sedangkan kue keranjang sendiri bermakna agar keluarga tetap bersatu.

Sajian lainnya yaitu Yusheng, terdiri dari aneka sayuran, ikan tuna yang sudah direndam dalam campuran bumbu dan saus dengan racikan tertentu. Seluruh anggota keluarga dalam makan malam akan bersama-sama mengangkat yusheng setinggi-tingginya dan mengucapkan selamat tahun baru. Hal ini melambangkan harapan dan keberuntungan di tahun yang akan datang.

Selanjutnya ada ikan bandeng, dalam makan malam keluarga ikan bandeng disajikan secara utuh. Ikan bandeng ini dianggap sebagai lambang kemakmuran bagi yang mengkonsumsinya. Selain itu ternyata ayam atau bebek juga merupakan sajian yang harus ada pada perayaan Imlek. Ayam atau bebek dimasak dan disajikan secara utuh dalam acara makan malam yang diartikan agar keluarga tetap utuh. ayam atau bebek sendiri melambangkan kesetiaan.

Kalian pernah memperhatikan gak sih, di minggu-minggu mendekati hari raya Imlek, banyak sekali dijual jeruk-jeruk import yang berwarna kuning. Hal itu ada karena buah Jeruk merupakan salah satu makanan di hari raya Imlek, yang melambangkan rejeki dan kemakmuran.

Selanjutnya merupakan tradisi yang pasti sudah ditunggu-tunggu pada perayaan Imlek nih hihi. Yup, apalagi kalau bukan memberi angpau. Setiap anggota keluarga yang belum menikah akan mendapat angpau dari anggota keluarga yang sudah menikah. Selain itu, bila anggota keluarga sudah dewasa dan bekerja, tetapi belum menikah, juga memberi angpau kepada yang lebih muda.

Angpau ini biasanya berupa amplop berwarna merah yang diisi uang. Nilai uang yang diberikan bisa beragam sesuai dengan kemampuan si pemberi.

Nah, itu dia Fresh Reader tradisi yang biasa dilakukan sebelum dan pada saat perayaan hari raya Imlek. Berkumpul bersama keluarga memang menjadi pelengkap di saat-saat seperti ini, tetapi jangan lupa untuk tetap patuhi protokol kesehatan yaa. Selamat hari raya Imlek 2021!

Kontributor: Maria/Canva Indonesia

Redaktur    : Adinda Nuurlatifah/Suaka

*Tulisan ini merupakan kolaborasi LPM Suaka dengan Canva Indonesia

Latest articles

Related articles