UIN Bandung Suruh, Alternatif Layanan Jasa bagi Mahasiswa 

- Advertisement -
Sumber: Instagram

FRESH.SUAKAONLINE.COM — Apakah barang Fresh Reader pernah tertinggal di kampus, namun tak ada teman yang bisa dimintai bantuan untuk mengambilnya? Dalam keadaan demikian, biasanya kita akan memakai layanan ojek online untuk mengambil barang yang tertinggal itu. Kini ada alternatif baru yang ramah bagi kantong kaum mendang-mending, yakni UIN Bandung Suruh. Layanan jasa yang meluncur pada April 2026 ini hadir untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa UIN SGD Bandung dengan biaya yang terjangkau.

Jasa yang ditawarkan UIN Bandung Suruh bermacam-macam. Mulai dari bantuan tugas kuliah, titip barang dan makanan, antar-jemput, hingga pindahan kost. Pendiri UIN Bandung Suruh, mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling Islam, Muhammad Hasyim Adra’i, mengatakan bahwa bisnis ini ditujukan untuk mahasiswa yang butuh bantuan, namun terkendala oleh kendaraan dan waktu. “Cara pesannya cukup dengan kirim pesan ke akun Instagram @uinbandung.suruh,” ucapnya saat dijumpai Suaka pada Senin (11/5/2026).

Setelah ada konsumen yang memesan lewat Instagram, pesanan pun disebar ke grup pengemudi yang disebut sebagai hunter. “Harga bersifat fleksibel karena saya ingin layanan ini terjangkau bagi konsumen, tetapi tetap tidak merugikan hunter,” lanjut Hasyim. Sebagai pekerja lepas, hunter memiliki penghasilan yang bergantung pada jenis dan jumlah pesanan yang diterima. Hasyim juga menyatakan bahwa konsumen boleh menyuruh jasa apa saja selama tidak melanggar norma.

Keterjangkauan biaya UIN Bandung Suruh dirasakan oleh konsumennya, mahasiswa jurusan Tadris Bahasa Indonesia, Siti Amelia Anif. Kepada Suaka, ia bercerita bahwa ia menggunakan layanan ini karena ponselnya tertinggal di ruang kelas. “Aku pilih UIN Bandung Suruh karena percaya dengan hunter yang sesama mahasiswa UIN,” ungkapnya pada Sabtu (11/7/2026). Amelia menambahkan bahwa layanan ini memudahkan bagi yang perlu bantuan ketika sedang berada dalam kondisi mendesak, sambil tetap memikirkan harga jasa titip yang sesuai dengan dompetnya.

Fenomena UIN Bandung Suruh menuai tanggapan dari dosen Ekonomi Syariah, Nabiela Rizki Alifa. “UIN Bandung Suruh merupakan temuan yang menarik karena lahir dari kemampuan membaca kebutuhan pasar mahasiswa,” jelasnya ketika ditemui Suaka pada Selasa (12/5/2026). Ia turut memaparkan bahwa layanan ini cocok dengan gig economy yang diterapkan di ojek online, yaitu konsep yang mengandalkan pekerja lepas dengan sistem kerja yang fleksibel.

Menurut Nabiela, perilaku konsumen menjadi faktor yang membuat mahasiswa lebih memilih platform sesama kampus dibanding platform besar. “Konsumen cenderung membandingkan tarif berbagai aplikasi sebelum menentukan pilihan. Sedangkan di UIN Bandung Suruh, biayanya cenderung ekonomis,” katanya. Selain harga, kedekatan daerah juga membangun kepercayaan konsumen karena hunter dinilai mengenal wilayah sekitar mahasiswa.

Nabiela menyarankan pihak kampus untuk mendukung inovasi bisnis yang muncul dari akar rumput dan kebutuhan mahasiswa seperti ini. Meski demikian, Nabiela mengingatkan bahwa bisnis ini perlu dibatasi dengan tegas. “Slogan UIN Bandung Suruh itu ‘suruh apa aja, yang penting halal’ sedangkan, ekonomi syariah menuntut adanya batas yang jelas terhadap bantuan, supaya praktiknya bermanfaat dan tidak menentang etika,” ungkapnya.

Kehadiran UIN Bandung Suruh menunjukkan bahwa kreativitas mahasiswa mampu menawarkan solusi atas permasalahan yang biasa terjadi di lingkungan kampus. Di sisi lain, inovasi ini juga menjadi pengingat bahwa perkembangan bisnis harus tetap selaras dengan aturan yang berlaku, agar kemaslahatannya tetap terasa tanpa meninggalkan nilai akademik. Lalu, apakah Fresh Reader tertarik mencoba layanan jasa ini?

Fresh Crew: Hukma Shabiyya/Magang dan Sina Mardiyah/Magang

Editor Fresh: Nabila Rahma Hidayat/Suaka

Latest articles

Related articles