FRESH.SUAKAONLINE.COM – Halo Fresh Reader! Sebagai seorang mahasiswa, kalian pernah gak sih menunda-nunda tugas kuliah? Atau justru kamu termasuk orang yang suka mengerjakan tugas di menit-menit terakhir menjelang deadline? Jangan disepelekan ya, karena bisa jadi kamu sedang mengalami yang namanya procrastination atau kebiasaan menunda-nunda.
Melansir dari alodokter.com, procrastination adalah salah satu keadaan psikologis yang merupakan sebuah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan atau tugas. Kebiasaan ini kerap dilakukan oleh sebagian orang, baik yang disengaja ataupun tidak. Procrastination ini sering mendominasi saat seseorang dihadapkan pada pekerjaan atau tugas tertentu. Mulai dari rasa tidak mood untuk mengerjakan, tidak tahu mana yang harus dilakukan lebih dulu, burnout, atau bahkan depresi.
Hal tersebut dibenarkan oleh dosen psikologi sekaligus Ketua Unit Pelayanan Psikologis (ULP) UIN SGD Bandung, Nisa Hermawati. Beliau mengatakan bahwa secara psikologis, mahasiswa yang kerap menunda tugas atau pekerjaan biasanya dilatarbelakangi oleh kondisi psikologis yang beragam. Seperti halnya tugas yang terlalu banyak atau bahkan keadaan mental yang tidak sehat.
“Tidak sehat di sini dalam artian mungkin sedang dalam tekanan atau ada permasalahan secara pribadi. Sehingga orang itu melakukan penundaan, karena kan secara psikologis orang yang sedang mengalami masalah boro-boro bisa memfokuskan diri mengerjakan tugas. Karena masalah dalam dirinya pun belum selesai sehingga akhirnya tugas itu tertunda,” jawabnya saat diwawancarai melalui WhatsApp, Sabtu (2/10/2021).
Nisa juga menjelaskan bahwa procrastination bisa menjadi sangat berbahaya jika dijadikan kebiasaan yang berlarut-larut, terutama jika sudah menjadi habbit dalam hidup seseorang. Karena menurutnya jika sudah menjadi habbit maka secara tidak langsung akan tertanam dan menjadi mindset yang mana dapat menganggu kualitas seseorang baik dalam pendidikan maupun kehidupan pribadi. Sehingga nantinya masalah tersebut akan menumpuk dan terakumulasi.
Terkait dengan procrastionation ini salah satu mahasiswa jurusan Sosiologi, Dimas Aji Prasetyo mengaku sering menunda-nunda mengerjakan tugas kampus hingga menjelang deadline. “Alasannya ini gatau semacam pembenaran atau apa. Aku itu tipe orang yang sebenernya segala sesuatu itu harus perfect, selain itu karena ngerasa masih ada waktu seminggu kedepan ngerjainnya nanti deh,” ungkapnya via WhatsApp, Kamis (29/09/2021).
Dimas juga mengaku saat menjadi procrastinator atau orang yang sering menunda tugas, ia kerap merasa tertekan dan kesulitan saat mencari sumber rujukan yang kredibel. “Ngerjainnya jadi gelisah. Tapi kadang-kadang ngerjain mepet deadline itu memperlancar, kadang-kadang juga kita nyesel kenapa ga ngerjain dari kemarin yang harusnya ngerjain tapi malah main HP.”
Ketika ditanya mengenai hambatan saat mengerjakan tugas menjelang deadline, Dimas mengatakan tidak ada hambatan untuk dirinya pribadi karena mau tidak mau ia harus mengerjakan karena sudah menjadi konsekuensi. Namun terdapat kendala dari eksternal seperti kekurangan sumber dan rujukan yang kredibel sehingga ketika mengerjakan jadi lebih terburu-buru.
Berbeda dengan Dimas, Nisa menuturkan bahwa perfeksionis bukanlah salah satu ciri dari procrastinator. Sebab menurutnya perfeksionis ialah seseorang yang memang ingin sempurna namun bukan dalam artian menunda-nunda tugas, yang mana cara pekerjaannya mungkin lama namun dikerjakan. Sedangkan procrastination lebih mengarah kepada penundaan dengan sengaja.
Selain itu menurut beliau, procrastination sebenarnya dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang khususnya mahasiswa. Karena ketika seorang mahasiswa mempunyai deadline berupa tugas yang cukup banyak kemudian tugas itu ditunda-tunda, maka akan menjadi boomerang untuk dirinya sendiri. “Nah kebayang kalau menambah masalah itu kan secara mental itu akan terganggu. Tidak tenang atau sampai overthinking saking banyaknya tugas yang harus dikerjakan,” tutupnya.
Pada akhir sesi wawancara, Nisa juga memberikan tips serta cara-cara untuk mengatasi procrastination yaitu dengan membuat planning mengenai kapan deadline serta mengatur kapan harus mengerjakan tugas tersebut. Kemudian bisa membangun semangat dengan bertemu orang-orang yang bisa diajak berdiskusi. Selain itu memberi reward kepada diri sendiri sebagai bentuk motivasi dan terima kasih juga tak kalah penting loh Fresh Reader, terutama jika dilakukan oleh mahasiswa yang rentan mengalaminya.
Fresh Crew : Fitri Nur Hidayah/Suaka
Editor Fresh: Adinda Nuurlatifah


