Hidden Farm Cafe, Ruang Tenang di Tengah Padatnya Bandung

- Advertisement -
(Foto: Farhah Sonia Qudsi/Suaka)

FRESH.SUAKAONLINE.COM – Nongkrong di kafe sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang, meski tak sedikit yang mulai bosan dengan suasana yang terlalu ramai dan bising. Di tengah padatnya Bandung, Hidden Farm Cafe hadir sebagai tempat singgah yang lebih tenang. Berlokasi di Dago Atas dan tersembunyi dari jalan utama, kafe ini menawarkan suasana sejuk dan nyaman, jauh dari hiruk-pikuk kota.

Jalan memasuki Hidden Farm Cafe (Foto: Farhah Sonia Qudsi/Suaka)

Kafe ini menempati area yang cukup luas dan terbagi ke dalam beberapa ruang duduk yang bisa Fresh Reader pilih. Hidden Farm Cafe mengusung konsep alam yang bikin pengunjung benar-benar merasakan ketenangannya. Konsep ini terinspirasi dari film animasi Studio Ghibli yang identik dengan lingkungan yang membumi. Hal tersebut disampaikan oleh karyawan Hidden Farm Cafe, Zikri Ahmad. “Setahu saya dari ownernya memang inspired by Ghibli. Jadi konsepnya dibuat supaya orang yang datang ke sini bisa ngerasain suasana yang tenang,” ujarnya, Senin (6/1/2026).

Ternyata dari pemilihan lokasi kafe juga bukan tanpa alasan. Menurut Zikri, tempat ini dipilih karena berada di kawasan yang minim kebisingan dan dinilai cocok untuk menghadirkan suasana ala farm yang lebih natural. “Aspek pertamanya jauh dari hiruk-piruk kota, terus tempatnya juga cocok, dan kebetulan lahannya ada di sini,” katanya. Tidak heran Hidden Farm Cafe ini menjadi salah satu tempat singgah yang hanya sekadar untuk menenangkan diri tanpa perlu terburu-buru.

Berbeda dari kafe pada umumnya, Hidden Farm Cafe tidak hanya diisi oleh meja dan kursi. Di beberapa sudut, pengunjung tampak menikmati waktu dengan berbagai kegiatan. Ada yang melukis sambil bercanda, ada pula yang larut membaca buku, sementara beberapa lainnya asyik bermain board game atau sekadar mengelus kucing-kucing yang lalu-lalang. Dari berbagai cara mengisi waktu tersebut, melukis menjadi salah satu yang paling sering terlihat. “Kebanyakan pengunjung ke sini suka painting,” ujar pegawai kafe, Zikri.

Picnic painting (Foto: Farhah Sonia Qudsi/Suaka)

Di salah satu sudut kafe, terdapat rak buku yang bisa diambil dan dibaca langsung oleh Fresh Reader. Koleksi buku yang tersedia cukup beragam, mulai dari bacaan ringan hingga buku-buku umum lainnya. Rak buku ini disediakan sebagai pelengkap vibe kafe. “Itu preferensi dari owner juga, karena beliau suka baca buku. Kita nerima semua genre, kecuali buku pelajaran formal,” ungkapnya.

Salah satu pengunjung, Raffi, mengatakan bahwa suasana sekitar Hidden Farm Cafe terasa lebih tenang dibandingkan kafe lain di Bandung. Ketiadaan musik membuat pengunjung lebih bebas mengisi waktu dengan caranya masing-masing, tanpa distraksi yang berlebihan. “Di sini tuh adem ayem. Nggak ada musik, jadi kita bisa fokus mau ngapain. Mau baca buku, ngobrol, atau cuma diem juga enak,” katanya.

Kumpulan buku (Foto: Farhah Sonia Qudsi/Suaka)

Dengan situasi seperti itu, Raffi menilai pengunjung cenderung menghabiskan waktu lebih lama. Bahkan, tak lama setelah dirinya datang, area duduk mulai terisi. “Baru sekitar 15 menit aku di sini, tempat duduknya udah hampir penuh. Kayaknya banyak yang betah,” ujarnya. Ia juga menyebut kafe ini cocok untuk mahasiswa, pekerja work from cafe (WFC), hingga pengunjung yang datang sendiri.

Dengan jam operasional pukul 07.30 hingga 22.30 WIB dan buka setiap hari, Hidden Farm Cafe bukan sekadar tempat untuk ngopi. Ia menjadi ruang jeda di tengah riuhnya kota, tempat orang bisa datang tanpa terburu-buru dan pulang dengan perasaan lebih ringan. Jadi, tertarikkah Fresh Reader untuk merasakan sendiri tenangnya suasana di sini?

Fresh Crew: Farhah Sonia Qudsi/Suaka

Editor Fresh: Nabila Rahma Hidayat/Suaka

Latest articles

Related articles