
FRESH.SUAKAONLINE.COM – Marhaban ya Ramadan! Aktivitas kuliah Fresh Reader selama bulan suci ini gimana, masih semangat atau mulai terasa lesu? Bulan Ramadan memang jadi momen yang paling dinanti setiap tahunnya. Selain fokus memperbanyak ibadah, aktivitas perkuliahan tetap berjalan seperti biasa. Mulai dari masuk kelas, mengerjakan tugas, hingga rapat organisasi yang seolah tidak ada jedanya.
Saat berpuasa, tubuh mengalami perubahan pola makan dan jam istirahat. Kondisi ini sering membuat sebagian mahasiswa memilih mengurangi aktivitas fisik karena takut kelelahan. Padahal, tetap bergerak justru bisa membantu tubuh beradaptasi dengan lebih baik selama menjalani ibadah puasa. Dengan begitu, olahraga ringan bisa menjadi pilihan untuk membantu menjaga kebugaran tubuh selama berpuasa.
Olahraga ringan saat berpuasa dapat membantu menjaga stamina, meningkatkan fokus dan memperbaiki mood, loh. Kuncinya adalah memilih jenis dan waktu yang tepat untuk berolahraga agar energi tidak terkuras berlebihan. Dengan strategi yang sesuai, puasa tetap lancar tanpa harus merasa lemas seharian. Berikut beberapa tips yang bisa Fresh Crew berikan agar kamu bisa tetap bugar selama berpuasa.
Fresh Reader bisa mencoba berolahraga setelah sahur, sekitar pukul 05.00–06.00 pagi. Pada waktu tersebut, tubuh baru saja mendapatkan asupan energi sehingga masih cukup kuat untuk melakukan aktivitas ringan. Pilihan lainnya adalah 30–60 menit sebelum berbuka. Waktu ini tergolong ideal karena setelah berolahraga, energi yang hilang dapat segera tergantikan saat berbuka puasa.
Dilansir dari Alodokter, olahraga seperti jogging, bersepeda, yoga, pilates, ataupun senam ringan adalah jenis olahraga yang aman untuk dilakukan ketika bulan Ramadan. Selain itu, peregangan atau stretching sederhana juga bisa menjadi alternatif untuk menjaga otot tetap lentur selama menjalani aktivitas harian.
Selain untuk kebugaran fisik, olahraga juga bermanfaat untuk meningkatkan fokus, membantu kualitas tidur lebih baik, menjaga daya tahan tubuh, mengurangi stres dan meningkatkan mood. Saat tubuh digerakkan, hormon endorfin dalam tubuh dilepaskan. Hormon ini berperan menciptakan rasa nyaman dan bahagia.
Meski memiliki banyak manfaat, olahraga tetap perlu dilakukan dengan bijak. Beberapa kesalahan yang sering terjadi di antaranya mencoba latihan terlalu berat tanpa mempertimbangkan kondisi tubuh, berolahraga lebih dari satu jam tanpa istirahat, kurang memperhatikan asupan makanan dan cairan saat sahur maupun berbuka, hingga mengabaikan sinyal tubuh seperti pusing atau mual. Jika setelah berolahraga tubuh tetap terasa lesu, bisa jadi ada hal yang kurang diperhatikan.
Sebagai mahasiswa, jadwal kuliah dan tugas memang kerap menyita energi kita. Karena itu, cukup lakukan olahraga ringan sebanyak tiga hingga empat kali dalam seminggu. Perhatikan juga asupan karbohidrat, protein, dan vitamin yang dikonsumsi, serta cukupi kebutuhan air putih saat sahur dan berbuka. Jangan memaksakan diri jika kondisi tubuh sedang kurang fit, karena mendengarkan sinyal tubuh juga bagian dari menjaga kesehatan.
Dengan pola aktivitas yang tepat, olahraga ringan tetap bisa dilakukan tanpa mengganggu ibadah puasa. Tubuh yang bugar tentu membantu kita menjalani Ramadan dengan lebih nyaman dan produktif. Semoga Ramadan tahun ini membawa energi yang lebih baik dari sebelumnya. Semangat terus, Fresh Reader!
Fresh Crew: Dea Asti Widia/Magang
Editor Fresh: Nabila Rahma Hidayat/Suaka

